Trenggalek, jurnalmataraman.com – Memasuki musim libur panjang sekolah pertengahan tahun ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek tidak ingin kehilangan momentum. Berbagai strategi jitu mulai dieksekusi guna menggenjot angka kunjungan wisatawan ke Kota Alen-Alen.Langkah taktis ini tidak sekadar berfokus pada promosi, tetapi juga mendorong kolaborasi solid antar-pelaku usaha pariwisata serta peningkatan standar keamanan dan pelayanan di berbagai destinasi.
Plt Kepala Disparbud Kabupaten Trenggalek, Tony Widianto, menyampaikan bahwa sebelum masa liburan tiba, pihaknya telah mengumpulkan para pemangku kepentingan melalui forum ‘Rembuk Wisata’. Acara ini melibatkan pengelola destinasi, perhotelan, hingga pemilik restoran dan rumah makan.Melalui forum tersebut, para pelaku pariwisata sepakat untuk saling berkolaborasi memasarkan produk wisata secara terintegrasi. “Tujuannya agar wisatawan yang berkunjung ke Trenggalek bisa mendapatkan layanan yang lengkap, mudah, dan memuaskan selama menghabiskan masa liburan,” jelas Tony.
Dari sisi penetrasi pasar, Disparbud mengoptimalkan kampanye digital melalui media sosial. Tak hanya itu, promosi juga membidik langsung sekolah-sekolah di wilayah penyangga seperti Kediri, Jombang, dan Mojokerto, yang selama ini tercatat sebagai kantong utama penyumbang wisatawan ke Trenggalek. Di sisi lain, Pemkab juga mengimbau warga lokal dan pelajar Trenggalek untuk menghabiskan waktu liburan di dalam daerah demi mendongkrak perputaran roda ekonomi kerakyatan.
Aspek kenyamanan dan keselamatan (safety and security) tak luput dari pengawasan. Pengelola destinasi wisata bahari hingga pegunungan diwajibkan menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan yang ketat. Pembenahan fasilitas umum juga dikebut, salah satunya dengan memperbanyak tempat sampah terpilah di kawasan Pantai Pasir Putih Simbaronce guna menjaga kebersihan lingkungan pantai.”Kami juga mempromosikan paket wisata terpadu di desa-desa wisata unggulan seperti Pandean, Wonocoyo, dan Durensari. Khusus di Desa Wisata Durensari, wisatawan saat ini bisa menikmati daya tarik tambahan berupa panen musim durian,” tambah Tony.
Lewat berbagai inovasi layanan dan promosi agresif ini, Disparbud Trenggalek mematok target optimistis. Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata diproyeksikan mampu menembus angka 40 persen pada akhir Juni 2026. Hingga pertengahan bulan ini, capaian PAD pariwisata Trenggalek diketahui telah menyentuh angka 33 persen.
(Editor : Saldi / Alif)



