Tulungagung, jurnalmataraman.com – Sebuah kapal nelayan asal Pekalongan, Jawa Tengah, terdampar di pesisir Pantai Tangkilan, Desa Besuki, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, pada Jumat (29/8) pagi. Kapal bernama KM Bintang Sukses Mandiri 8 tersebut mengangkut 27 anak buah kapal (ABK), termasuk nakhoda yang seluruhnya berhasil diselamatkan dalam proses evakuasi dramatis yang berlangsung selama sekitar tiga jam.
Peristiwa berawal saat kapal tengah bersandar di perairan Teluk Popoh untuk melakukan perbaikan mesin. Namun menjelang subuh kapal mendadak hanyut akibat arus laut yang kuat, sementara mesin kapal gagal dinyalakan. Akibatnya kapal terbawa arus sejauh kurang lebih tiga kilometer hingga akhirnya kandas di muara Sungai Niyama, hanya sekitar 100 meter dari bibir Pantai Tangkilan.
Menurut keterangan Kapten Kapal Waludin, seluruh awak kapal berasal dari Pekalongan dan baru beberapa hari bersandar di Teluk Popoh. “Kami hanya ingin memperbaiki mesin sebentar, tapi dini hari kapal mulai hanyut. Mesin tidak bisa menyala dan akhirnya terbawa arus,” ungkap Waludin.
Evakuasi para awak kapal dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Pos AL, Polairud, BPBD, Damkar serta relawan dan nelayan setempat. Mereka menggunakan tali tambang nelayan untuk menarik para ABK satu per satu menuju daratan. Proses evakuasi berlangsung penuh kehati-hatian mengingat kondisi ombak yang cukup tinggi.
Koordinator Pos SAR Trenggalek Bayu Prasetyo menyampaikan bahwa seluruh awak kapal berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup. Namun dua di antaranya mengalami kondisi lemas dan langsung mendapatkan penanganan medis sementara satu ABK lainnya mengalami luka di bagian dahi akibat benturan di dalam kapal.
( Editor : Nando & Trias M.A )



