Kediri, jurnalmataraman.com – Kabupaten Kediri kembali menunjukkan kontribusinya sebagai salah satu lumbung padi terbesar di Jawa Timur. Sebanyak 40 ton gabah kering hasil panen petani dari Desa Mekikis, Kecamatan Purwoasri, resmi diberangkatkan ke Jakarta, Jumat (25/4/2025). Pengiriman ini merupakan bagian dari kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kediri dan PT Food Station Tjipinang Jaya, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Pemberangkatan dilakukan langsung oleh Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana. Ia menyampaikan bahwa serapan padi ini diharapkan menjadi motivasi bagi para petani di kecamatan lain untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas tanaman padinya.
“Desa Mekikis menjadi salah satu sentra produksi padi andalan. Harapannya, kerja sama seperti ini bisa diperluas ke wilayah lain agar petani kita semakin sejahtera dan kualitas hasil pertanian terus meningkat,” kata Bupati yang akrab disapa Mas Dhito.
Direktur PT Food Station Tjipinang Jaya, Karyawan Gunarso, menjelaskan bahwa pihaknya memilih Kabupaten Kediri sebagai mitra karena daerah ini dikenal sebagai salah satu produsen padi terbesar di Jawa Timur. Kerja sama yang dijalin mencakup pembinaan lahan seluas 500 hektare, dengan komitmen pembelian hasil panen oleh PT Food Station.
“Kami berkomitmen untuk menyerap hasil panen dari Kediri karena kualitas gabahnya sangat baik dan produksinya stabil. Ini tentu sangat mendukung ketahanan pangan, khususnya bagi warga DKI Jakarta,” ungkap Karyawan Gunarso.
Dengan adanya pengiriman 40 ton gabah pecah kering ini, diharapkan serapan hasil panen dari Kabupaten Kediri ke wilayah lain terus meningkat. Selain memperkuat distribusi pangan antardaerah, langkah ini juga berperan dalam memperbaiki kesejahteraan petani lokal.
(editor : Trias M.A)



