Kediri, jurnalmataraman.com — Siapa yang tak kenal nama Sugeng? Nama yang kerap kali kita dengar, bahkan bisa jadi salah satu nama paling populer di Indonesia, sejajar dengan Agus, Asep, atau Endang. Namun, siapa sangka, dari sebuah nama yang umum ini lahirlah sebuah komunitas yang unik dan penuh rasa kekeluargaan Paguyuban Sugeng.
Paguyuban ini bukan sekadar kelompok sosial biasa. Seluruh anggotanya memiliki satu kesamaan yang mencolok: mereka semua memiliki unsur nama “Sugeng”. Dari penjuru tanah air, anggota komunitas ini kini mencapai lebih dari 3.000 orang dan terus bertambah. Dan seperti jargonnya, “Jenengku Sugeng” (Namaku Sugeng), komunitas ini hadir sebagai bentuk kebanggaan atas nama yang melekat pada identitas mereka.
Baru-baru ini, Paguyuban Sugeng Regional Jawa Timur menggelar acara spesial memperingati ulang tahun ke-11 di Wisma Betlehem, Pohsarang, Kediri. Lebih dari sekadar perayaan, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi dan bakti sosial.
“Acara ini bukan hanya untuk merayakan ulang tahun, tapi juga untuk memperkuat rasa persaudaraan antar Sugeng se-Jawa Timur, selain itu kami ingin memberi warna positif, tidak hanya kumpul-kumpul, tapi juga berbagi manfaat untuk masyarakat.” ujar Sugeng Edi Ridwan Ketua Korwil Jatim.
Sementara itu, Sugeng Suratno, Ketua Umum Paguyuban Sugeng Nasional, menyampaikan rasa bangganya terhadap kekompakan regional Jawa Timur. Ia menyebut wilayah ini sebagai contoh paguyuban yang aktif dan solid.
“Syukur alhamdulillah, kekompakan ini menjadi bukti bahwa persaudaraan tidak harus sedarah. Dengan nama yang sama, kami bisa saling merangkul dan berbagi manfaat. Harapannya, ke depan, kegiatan sosial dan ekonomi bisa terus dikembangkan,” ungkapnya.
Bagi para Sugeng, ini bukan hanya tentang nama, tapi tentang makna persaudaraan yang luas dari satu nama, tumbuh ribuan cerita.
(Editor : Nando & Trias M.A)



