Blitar, jurnalmataraman.com – Setelah tujuh hari pencarian intensif oleh tim SAR gabungan, jenazah Mohammad Alfatih (2 tahun), balita asal Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, akhirnya ditemukan. Korban sebelumnya dilaporkan hilang akibat terseret arus got yang meluap di depan rumahnya saat banjir, sepekan lalu.
Jenazah korban ditemukan Sabtu (24/5) siang, di bibir Sungai Brantas, wilayah Ngujang Dua, Kabupaten Tulungagung—sekitar 40 kilometer dari titik awal korban dilaporkan hanyut.
“Kami menemukan jenazah dalam kondisi melembung dan sudah sulit dikenali. Setelah proses evakuasi, kami langsung koordinasi dengan tim Inafis Polres Tulungagung untuk proses identifikasi,” ujar Yoni Fariza, Ketua Tim Pencarian dari Basarnas Malang.
Hasil identifikasi memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Mohammad Alfatih. Tim SAR segera mengantar jenazah ke rumah duka di Desa Kalipucung. Setibanya di sana, pihak keluarga langsung menyelenggarakan salat jenazah dan pemakaman di Tempat Pemakaman Umum desa setempat.
Suasana duka menyelimuti rumah korban. Puluhan warga turut hadir di pemakaman untuk memberikan penghormatan terakhir dan mengantarkan balita malang itu ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Peristiwa tragis ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya banjir, terutama di lingkungan tempat tinggal yang memiliki sistem drainase terbuka.
( Editor : Ryan & Trias M.A )



