Kediri, jurnalmataraman.com – Aroma hio mulai semerbak memenuhi ruang utama Klenteng Tjoe Hwie Kiong, Kota Kediri, Rabu (11/2). Menjelang pergantian tahun dalam kalender lunar, umat Tri Dharma di Kota Tahu mulai sibuk melakukan tradisi tahunan: menyucikan puluhan rupang atau patung dewa-dewi.
Ritual ini bukan sekadar aktivitas bersih-bersih biasa. Bagi warga Tionghoa, membasuh debu yang menempel pada patung dewa merupakan simbolisasi dari pembersihan hati dan pikiran manusia dari segala keburukan sebelum memasuki tahun yang baru.
Sebelum proses penyucian dimulai, umat terlebih dahulu melaksanakan sembahyang Soun Shen. Ritual yang diadakan setiap tanggal 24 bulan 12 penanggalan Imlek ini dimaksudkan untuk mengantar para dewa ke langit. Setelah altar diyakini “kosong”, barulah satu per satu patung dewa diturunkan dengan penuh takzim.
“Ini adalah bentuk penghormatan kami kepada para leluhur dan dewa. Membersihkan rupang berarti kita juga harus bercermin untuk membersihkan diri sendiri,” ujar Ketua Yayasan Tri Dharma Tjoe Hwie Kiong, Prayitno Sutikno.
Ada pemandangan menarik dalam ritual kali ini. Tidak sembarang orang boleh menyentuh dan memandikan rupang tersebut. Ada syarat spiritual ketat yang harus dipatuhi. Para petugas pembersih wajib menjaga kesucian diri, salah satunya dengan menjadi vegetarian atau tidak mengonsumsi daging selama tiga hari berturut-turut sebelum prosesi dimulai.
Dengan hati-hati, petugas mengusap setiap lekuk patung menggunakan air yang telah dicampur aneka bunga. Tercatat, ada puluhan patung dari 17 altar yang disucikan secara bertahap.
Melalui ritual ini, warga Tionghoa di Kediri menggantungkan harapan besar agar perayaan Imlek 2577 (tahun 2026) dapat membawa keberkahan dan kedamaian. Setelah proses penyucian rampung, klenteng yang berlokasi di tepi Sungai Brantas ini siap menyambut puncak perayaan dengan wajah yang lebih benderang dan hati yang kembali suci.
Tahapan Ritual Imlek di Tjoe Hwie Kiong:
- Sembahyang Soun Shen: Ritual mengantar dewa ke langit.
- Penyucian Rupang: Pembersihan patung dewa dari 17 altar.
- Syarat Petugas: Wajib menjalani laku vegetarian selama 3 hari.
- Filosofi: Pembersihan debu sebagai simbol pembersihan noda di hati manusia.
(Editor : Saldi)



