Kediri, jurnalmataraman.com – Ada pemandangan tak lazim di TK Dharma Wanita Balowerti, Kota Kediri, Rabu pagi (11/2). Seorang perwira polisi berpangkat satu melati di pundak tampak asyik memainkan tokoh wayang. Bukan dari kulit kerbau, melainkan dari potongan kardus bekas yang dibentuk sedemikian rupa.
Sosok di balik layar itu adalah Kapolsek Kota Kediri Kompol Bowo Wicaksono. Pagi itu, ia menanggalkan sejenak kesan kaku aparat kepolisian untuk menjadi “dalang” dadakan. Misinya satu: menyuntikkan edukasi tertib lalu lintas kepada anak usia dini melalui media yang menyenangkan.
Lengkap dengan iringan musik gamelan, Kompol Bowo memainkan dua lakon utama sebagai pemantik cerita. Lakon pertama menggambarkan sosok pengendara yang patuh pada rambu-rambu jalan. Hasilnya, sang lakon selamat dan nyaman sampai tujuan.
Sebaliknya, lakon kedua menjadi representasi pelanggar lalu lintas. Di tangan sang Kapolsek, karakter ini digambarkan suka menerobos lampu merah dan abai terhadap keselamatan, yang berujung pada insiden kecelakaan. “Anak-anak lebih mudah menyerap pesan lewat visual dan cerita seperti ini daripada sekadar ceramah,” ujar Kompol Bowo di sela kegiatan.
Menurutnya, penggunaan wayang kardus memiliki dua fungsi sekaligus. Selain sebagai instrumen edukasi keselamatan jalan raya, media ini juga menjadi alat untuk mengenalkan warisan budaya nusantara sejak dini. Anak-anak tampak antusias, sesekali gelak tawa pecah saat sang Kapolsek melempar humor di tengah ceritanya.
Melalui pendekatan yang santai dan humanis ini, jajaran Polsek Kota Kediri berharap memori tentang kedisiplinan lalin tertanam kuat di benak para siswa. “Mereka adalah generasi penerus. Jika sejak kecil sudah cinta aturan, masa depan keselamatan di jalan raya akan lebih baik,” tambahnya.
Kegiatan ditutup dengan pesan motivasi agar para siswa terus bersemangat belajar, baik di dalam maupun di luar kelas. Polisi ingin menunjukkan bahwa kehadiran aparat bukan untuk ditakuti, melainkan sebagai kawan yang siap menjaga dan mengedukasi masyarakat.
(Editor : Saldi)



