Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Jalur Utama Tulungagung-Trenggalek Via Pagerwojo Longsor, Penanganan Lamban 

by Agus Bondan
1 November 2025 | 11:56
Reading Time: 2 mins read
0
Jalur Utama Tulungagung-Trenggalek Via Pagerwojo Longsor, Penanganan Lamban 

Kediri, jurnalmataraman.com – Tanah longsor sepanjang sekitar 100 meter menutup total jalur utama penghubung Kabupaten Tulungagung dengan Trenggalek melalui Kecamatan Pagerwojo sejak Jumat (31/10) sore. Hingga Sabtu (1/11) siang material longsor belum juga dibersihkan dan jalan masih tertutup total. Warga menilai penanganan dari pemerintah daerah berjalan lamban.

Peristiwa longsor tersebut terjadi di Desa Kradinan Kecamatan Pagerwojo Tulungagung. Timbunan material berupa tanah dan batu dengan ketebalan antara 50 sentimeter hingga dua meter menutup penuh badan jalan di kawasan perbukitan tersebut. Akibatnya, arus lalu lintas antara Tulungagung dan Trenggalek melalui jalur Pagerwojo terputus total.

Warga setempat terpaksa menggunakan jalur alternatif yang lebih sempit dan licin, sehingga memperlambat perjalanan dan meningkatkan risiko kecelakaan. Selain itu aktivitas ekonomi warga juga ikut terganggu. Salah satunya adalah distribusi susu dari peternak di wilayah Pagerwojo yang kini harus dilakukan secara manual menggunakan kendaraan kecil.

“Biasanya mobil pengangkut bisa langsung ke kandang, tapi sekarang harus dilangsir karena jalan tertutup longsor,” ujar Warsidin, salah satu warga Desa Kradinan.

Sementara itu, hingga Sabtu pukul 10.00 WIB alat berat dari pemerintah daerah belum tiba di lokasi untuk melakukan pembersihan material. Warga bersama petugas hanya bisa melakukan upaya pembersihan secara manual yang dinilai tidak akan efektif mengingat banyaknya material longsor yang menutupi jalan.

Camat Pagerwojo, Setiono mengakui bahwa proses penanganan masih terkendala peralatan. “Rencananya alat berat akan didatangkan hari ini, namun kami belum bisa memastikan waktu pastinya,” ujarnya.

Dalam enam bulan terakhir, kawasan tersebut sudah tiga kali mengalami longsor. Kejadian pertama pada Agustus lalu bahkan merusak beberapa ruang kelas di SDN 2 Kradinan. Lereng bukit yang menjadi sumber longsor diketahui merupakan tanah kas Desa Kradinan yang dimanfaatkan sebagai lahan pertanian jagung.

(Editor : Alfian & Wahyu Adi)

Bagikan di Media Sosial
Tags: kecamatan pagerwojosetionoTanah LongsorTrenggalekTulungagung
ShareTweetShare
Next Post
NasDem Kota Kediri Gelar Donor Darah Sambut HUT Ke-14 Partai NasDem

NasDem Kota Kediri Gelar Donor Darah Sambut HUT Ke-14 Partai NasDem

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI
  • INDEKS
  • TENTANG KAMI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .