Kediri, jurnalmataraman.com – Ajang mini soccer Inzia Super League (ISL) akhirnya resmi bergulir di Inzia Mini Soccer, Kabupaten Kediri. Menjadi pionir kompetisi liga mini soccer pertama di wilayah Jawa Timur, ajang bergengsi ini siap mempertandingkan 13 tim peserta hingga 13 Desember 2026 mendatang.
Kompetisi ISL diproyeksikan menjadi liga yang akan bergulir secara rutin ke depannya. Pada musim perdana ini, jadwal pertandingan akan difokuskan pada setiap akhir pekan, yakni pada hari Sabtu dan Minggu. Kemeriahan kompetisi ini sudah terlihat sejak pembukaan yang diisi dengan serangkaian acara seremonial serta penampilan dancer. Penggagas Inzia Mini Soccer, Saifurrahman Nur Hasan mengungkapkan, kompetisi ini digulirkan dengan misi khusus. Pihaknya menjadikan event panjang ini sebagai wadah strategis untuk menemukan sekaligus membina bibit-bibit pemain potensial dari wilayah Kediri dan sekitarnya.
“Kompetisi ini menjadi bagian dari upaya kami menjadikan event ini sebagai wadah untuk menemukan bibit-bibit pemain potensial,” ujar Saifurrahman.
Langkah inovatif tersebut langsung mendapat dukungan dan apresiasi positif dari Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata. Menurutnya, kompetisi terstruktur semacam ini sangat dibutuhkan sebagai ruang berekspresi bagi para pegiat sepak bola, khususnya para pencinta mini soccer di Kediri. Hakim menilai, keberadaan kompetisi yang terorganisasi dan digelar secara rutin akan memacu motivasi para pemain di lapangan. Terlebih, jadwal pertandingan yang berputar setiap akhir pekan akan memberikan ruang yang cukup bagi pemain untuk mengevaluasi diri dan berlatih lebih keras.
“Ini bisa mendorong para pemain untuk lebih giat berlatih. Pertandingan setiap akhir pekan memberikan ruang bagi pemain untuk terus mengasah kemampuan mereka,” tutur Hakim mengapresiasi.
(Editor : Afif / Loris)





