Trenggalek, jurnalmataraman.com – Pengalihan arus lalu lintas akibat kondisi Jembatan Gondang di Kabupaten Tulungagung dipastikan tidak memengaruhi tarif angkutan umum. Pihak Terminal Tipe A Surodakan, Kabupaten Trenggalek, menjamin bahwa tarif bus tetap menggunakan nominal normal meski jarak dan waktu tempuh armada menjadi lebih panjang.
Kepala Satuan Pelayanan (Wasatpel) Terminal Tipe A Surodakan Trenggalek, Devi Ariandi, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada penetapan kenaikan tarif resmi akibat perubahan rute tersebut. Tarif untuk rute Trenggalek -Tulungagung masih berada di angka Rp 8.000 per penumpang. “Sementara itu, untuk angkutan bus kelas ekonomi dengan tujuan Surabaya, tarifnya juga tetap, yakni berkisar di angka Rp 55.000,” jelas Devi.
Meski demikian, pihak terminal tidak menampik adanya informasi terkait penumpang yang membayar hingga Rp 10.000 untuk perjalanan menuju Tulungagung. Merespons hal ini, Devi memberikan klarifikasi bahwa tambahan tarif tersebut sama sekali bukan kebijakan resmi yang dikeluarkan oleh pihak terminal.
Menurutnya, selisih harga tersebut kemungkinan besar terjadi di lapangan sebagai bentuk kompensasi atas kesepakatan karena bertambahnya jarak tempuh akibat armada bus yang harus memutar jalur. Selain memastikan stabilitas tarif angkutan, pihak Terminal Surodakan juga terus melakukan pemantauan operasional bus setiap harinya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar dan optimal tanpa hambatan berarti.
Hingga berita ini diturunkan, Devi menyebutkan bahwa belum ada keluhan resmi yang masuk, baik dari kalangan penumpang maupun dari pihak operator bus, terkait dampak pengalihan rute Jembatan Gondang. Semua aktivitas keberangkatan dan kedatangan di Terminal Tipe A Surodakan masih berjalan kondusif.
( Editor : Saldi / Marchsa )



