Blitar, pojokmataraman.com – Pelemahan nilai tukar rupiah yang kian dalam hingga menembus angka Rp 18.000 per dolar AS mulai memukul berbagai sektor usaha di daerah. Tidak hanya berdampak pada komoditas kebutuhan pokok, lonjakan mata uang asing ini juga memicu kenaikan harga barang-barang impor, termasuk produk variasi dan aksesoris sepeda motor.
Kondisi tersebut salah satunya dirasakan oleh para pelaku usaha di Kabupaten Blitar. Kenaikan harga bahan baku dan barang jadi impor memaksa pedagang melakukan penyesuaian harga jual ke konsumen.
Andri Siswanto, seorang pemilik toko variasi motor di Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, mengungkapkan bahwa tren kenaikan harga kelengkapan kendaraan ini sebenarnya sudah mulai terasa sejak usainya Hari Raya Idul Fitri lalu. Faktor utamanya dipicu oleh kenaikan harga bahan baku plastik di pasar global.
“Awalnya karena harga plastik naik, jadi produk variasi sudah mengalami kenaikan sejak habis Lebaran. Namun, kondisinya semakin diperparah setelah nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar,” kata Andri, Selasa (9/6). Andri menambahkan, akibat hantaman ganda dari kenaikan harga bahan baku dan fluktuasi kurs dolar AS tersebut, harga jual aksesoris motor di tokonya kini mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Rata-rata lonjakan harga mencapai hingga 20 persen dari harga normal sebelumnya.
Meski harus menghadapi lonjakan harga modal yang cukup tinggi, Andri mengaku beruntung karena roda bisnisnya masih bisa berputar dengan relatif stabil. Hal ini lantaran usahanya telah memiliki basis pelanggan tetap yang cukup kuat sejak lama, sehingga tingkat penjualan tidak merosot tajam.
Kendati demikian, ia tetap menaruh kekhawatiran jika kondisi pelemahan rupiah ini terus berlarut-larut tanpa penanganan. Ia berharap otoritas moneter dan pemerintah bisa segera mengambil langkah strategis guna menstabilkan kembali nilai tukar rupiah. “Beruntung karena sudah ada pelanggan setia, jadi dampak ke penjualan belum terlalu signifikan. Tapi kalau naik terus tentu berat. Kami berharap pemerintah segera turun tangan agar nilai tukar rupiah bisa kembali stabil,” pungkasnya.
( Editor : Saldi / Marchsa )



