Blitar, jurnalmataraman.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Blitar selama hampir empat jam pada Senin siang (13/5), mengakibatkan banjir besar di sejumlah titik. Selain merendam puluhan kolam ikan milik warga, derasnya aliran air juga merobohkan tembok sisi utara Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) di Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo.
Dalam rekaman video yang beredar, tampak air sungai meluap deras hingga meluber ke kolam-kolam ikan milik petani setempat. Arus yang kencang menyebabkan ribuan ikan terbawa banjir, membuat para petani merugi hingga puluhan juta rupiah.
“Air datang tiba-tiba dan tinggi sekali, kami tidak sempat menyelamatkan ikan. Tahun ini banjir paling parah,” keluh Agus, salah satu petani ikan di Tanjungsari.
Tak hanya merusak lahan pertanian dan peternakan ikan, banjir juga menyebabkan tembok utara Taman Kehati roboh. Lokasi ini sebelumnya menjadi ruang terbuka hijau sekaligus area konservasi lingkungan di tengah kota.
Ketua RT setempat, Eko Pamuji, mengatakan banjir akibat luapan aliran sungai dari wilayah Ngadipuro dan Kembangan itu telah menjadi masalah tahunan yang belum tertangani serius.
“Setiap musim hujan, kami selalu waswas. Sungai tidak mampu menampung air dari hulu. Kami berharap ada solusi dari pemerintah, seperti normalisasi atau pelebaran sungai,” ujarnya.
Warga menuntut perhatian lebih dari pemerintah daerah, khususnya dalam revitalisasi saluran air dan infrastruktur penahan banjir. Pasalnya, banjir tidak hanya merugikan dari sisi ekonomi, tapi juga berpotensi membahayakan keselamatan warga jika terus dibiarkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah kota terkait langkah penanganan pascabanjir dan upaya pencegahan ke depan.
(editor : Trias M.A)



