Blitar, jurnalmataraman.com – Sebanyak 60 warga lanjut usia (lansia) di Dusun Sidotejo, Desa Sidorejo, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar mengalami keracunan massal usai mengonsumsi kolak kacang ijo saat kegiatan Posyandu Lansia, Sabtu (10/5). Para korban mengalami gejala mual, muntah, dan diare secara bersamaan setelah acara berlangsung.
Menurut informasi dari pihak desa, kolak kacang ijo disediakan sebagai tambahan vitamin dan konsumsi dalam kegiatan rutin tersebut. Namun tak lama setelah dikonsumsi, sejumlah lansia mulai merasakan gejala tidak biasa yang mengarah pada dugaan keracunan makanan.
“Setelah minum kolak itu, para lansia mengeluh mual dan muntah. Beberapa bahkan mengalami diare parah,” ujar Ponidi, Kepala Dusun Sidorejo.
Para korban kemudian dievakuasi dan dirawat secara intensif di empat fasilitas kesehatan yang berbeda, yaitu RS Ngudi Waluyo, Puskesmas Kesamben, Puskesmas Selorejo, dan Klinik Selorejo. Hingga berita ini diturunkan, tercatat 19 orang masih menjalani perawatan inap, sementara sisanya diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.
Pihak berwenang dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar bersama kepolisian telah melakukan penyelidikan terkait insiden ini. Sampel kolak kacang ijo yang diduga menjadi penyebab keracunan telah dibawa untuk diuji di laboratorium.
“Kami masih menunggu hasil uji lab untuk memastikan penyebab keracunan. Yang jelas, seluruh langkah penanganan darurat sudah kami ambil,” ujar salah satu petugas dari Dinkes Blitar.
Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan warga dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Dinas Kesehatan mengimbau agar ke depan, seluruh kegiatan yang melibatkan konsumsi makanan massal dapat lebih memperhatikan kebersihan dan keamanan pangan.
(editor : Trias M.A)



