Blitar, jurnalmataraman.com -Harapan masyarakat Kabupaten Blitar untuk memiliki akses penghubung antarwilayah yang layak akhirnya terwujud. Setelah puluhan tahun menanti, proyek penguatan infrastruktur yang dikerjakan oleh jajaran Kodim 0808/Blitar kini telah rampung dan siap menjadi jalur alternatif yang aman bagi warga.
Kehadiran infrastruktur ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, guna mempercepat konektivitas di kawasan pedesaan. Sebagai simbol rampungnya proyek, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin hadir langsung di tengah masyarakat untuk meninjau hasil pembangunan yang dikerjakan secara gotong royong tersebut.
Komandan Kodim 0808/Blitar bersama jajarannya berhasil menyelesaikan pembangunan empat jembatan strategis yang tersebar di empat kecamatan, yakni Kesamben, Ponggok, Kanigoro, dan Sutojayan. Infrastruktur yang dibangun terdiri dari Jembatan Garuda dengan struktur beton di tiga titik (Kesamben, Bangle, dan Ponggok), serta satu Jembatan Perintis Garuda yang merupakan jembatan gantung di Kecamatan Sutojayan.
Terwujudnya akses transportasi ini disambut antusias oleh warga sekitar. Bagus, salah seorang petani setempat, mengungkapkan bahwa keberadaan jembatan ini sangat membantu aktivitas distribusi hasil pertanian dan perdagangan.
“Proyek ini benar-benar mempercepat konektivitas antarwilayah, khususnya kami di pedesaan. Sekarang jalur distribusi hasil tani dan aktivitas dagang bisa berjalan maksimal karena aksesnya sudah mudah,” ujar Bagus.
Senada dengan itu, Imam Khambali, warga terdampak pembangunan, menyebut jembatan ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol kemanunggalan TNI dan rakyat. Selama proses pembangunan, anggota Kodim 0808/Blitar dan masyarakat bahu-membahu bekerja sama.
“Hadirnya akses penghubung ini menjadi bukti kehadiran negara dalam mengatasi keterbatasan aksesibilitas masyarakat. Suasana gotong royong saat pembangunan sangat terasa, ini benar-benar solusi bagi kami,” kata Imam.
Kini, Jembatan Garuda dan Jembatan Perintis Garuda telah menjadi urat nadi baru yang mempermudah mobilitas masyarakat, mulai dari akses pekerjaan, pendidikan, hingga penghubung sosial antarwilayah di pelosok Blitar.
(Editor : Saldi / Aqillah)



