Blitar, jurnalmataraman.com – Harga kacang tanah lokal di Kota Blitar dalam beberapa hari terakhir mengalami kenaikan signifikan. Saat ini harga kacang tanah lokal di sejumlah pasar tradisional mencapai kisaran Rp. 40.000 hingga Rp. 41.000 per kilogram. Kenaikan tersebut berdampak langsung pada penurunan daya beli masyarakat dan penjualan pedagang.
Salah seorang pedagang kacang tanah di Pasar Legi Kota Blitar, Didik mengungkapkan bahwa kenaikan harga telah terjadi sekitar sepuluh hari terakhir. Sebelumnya, harga kacang tanah lokal masih berada di kisaran Rp. 30.000 hingga Rp. 31.000 per kilogram.
“Sekitar sepuluh hari ini harga naik terus. Sekarang sudah tembus Rp. 40.000 sampai Rp. 41.000 per kilo. Ini paling tinggi sepanjang tahun ini,” ujar Didik saat ditemui di lapaknya.

Menurut Didik, lonjakan harga tersebut berimbas pada volume penjualan. Jika pada kondisi normal ia mampu menjual hingga 20 kilogram kacang tanah lokal per hari, kini penjualannya menurun drastis.
“Biasanya sehari bisa habis dua puluh kilo, sekarang paling tujuh sampai sepuluh kilo saja,” tambahnya.
Tidak hanya kacang tanah lokal, harga kacang impor juga mengalami kenaikan. Dari harga semula sekitar Rp. 26.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp. 35.000 per kilogram. Meski demikian, Didik menuturkan sebagian besar pembeli tetap memilih kacang tanah lokal.
“Kebanyakan pembeli tetap cari kacang lokal, terutama untuk bahan sambal pecel dan rempeyek. Meski harganya naik, rasanya dianggap lebih cocok,” jelasnya.
Para pedagang berharap harga kacang tanah dapat segera kembali stabil agar daya beli masyarakat pulih dan penjualan kembali normal, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan bahan pangan di pasaran.
(Editor : Dzaki & Wahyu Adi)



