Kediri, Jurnalmataraman.com – Harga komoditas daging ayam di sejumlah pasar tradisional Kota Kediri mengalami lonjakan yang cukup drastis. Di Pasar Pahing, misalnya, harga daging ayam potong kini meroket hingga menyentuh angka Rp 34 ribu per kilogram. Kenaikan harga ini diketahui sudah terjadi sejak dua pekan yang lalu, tepatnya seiring dengan dimulainya kembali tahun ajaran baru. Padahal, saat masa libur sekolah beberapa waktu lalu, harga daging ayam di pasaran masih cukup stabil di kisaran Rp 24 ribu per kilogram. Salah satu pedagang daging ayam di Pasar Pahing, Nur Rokhim, mengungkapkan bahwa melambungnya harga komoditas ini diduga kuat berkaitan dengan kembali aktifnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah setelah masa liburan usai.
“Harganya mulai naik sejak anak-anak masuk sekolah lagi. Kemungkinan besar karena program Makan Bergizi Gratis sudah jalan, sementara stok daging ayam yang dikirim ke pedagang saat ini juga sedang terbatas,” ungkap Nur Rokhim, Rabu (5/8). Meski para pedagang mengaitkan fenomena ini dengan tingginya permintaan untuk program MBG dan minimnya pasokan, penyebab pasti lonjakan harga ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kota Kediri. Dugaan tersebut murni merupakan penilaian para pedagang berdasarkan kondisi dan dinamika pasar yang mereka rasakan langsung di lapangan.
Kondisi ini tak ayal membuat para pedagang dan konsumen merasa resah. Para pedagang di Pasar Pahing berharap pasokan dari peternak dan distributor bisa segera kembali normal sehingga harga daging ayam dapat berangsur turun. Sementara itu, masyarakat selaku konsumen sangat menantikan adanya langkah stabilisasi harga dari pemerintah daerah. Intervensi pasar dinilai mendesak agar harga kebutuhan pokok tetap terjangkau dan daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah tidak semakin tertekan.
( Editor : Afif / Ilham )




