Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Harga Cabai di Tingkat Petani Kediri Turun, Kini Rp28 Ribu per Kilogram

by M. Zainurofi
10 Januari 2026 | 13:36
Reading Time: 2 mins read
0
Harga Cabai di Tingkat Petani Kediri Turun, Kini Rp28 Ribu per Kilogram

Kediri, jurnalmataraman.com – Harga cabai rawit di tingkat petani di Kabupaten Kediri mengalami penurunan signifikan dan kini berada di kisaran Rp. 28.000 per kilogram. Penurunan harga tersebut dipicu oleh melimpahnya stok cabai di sejumlah daerah serta lesunya permintaan pasar.

Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh para petani cabai di sejumlah wilayah sentra produksi, salah satunya di Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri. Para petani mengaku resah dengan turunnya harga jual, karena tidak sebanding dengan biaya produksi yang dikeluarkan.

Salah satu petani cabai di Gampengrejo, Arik Miyarso, mengatakan penurunan harga ini cukup memberatkan petani. Menurutnya, sebelumnya harga cabai sempat mengalami kenaikan menjelang akhir tahun dan mencapai Rp70.000 per kilogram, sehingga petani sempat bernapas lega. Namun, harga tersebut kini berangsur turun seiring melimpahnya pasokan di pasaran.

“Sekarang harga cabai di tingkat petani hanya sekitar Rp. 28.000 per kilogram. Jauh berbeda dengan beberapa waktu lalu yang sempat mencapai Rp. 70.000,” ujar Arik.

Para pedagang menduga penurunan harga cabai terjadi akibat melimpahnya stok di pasar tradisional, sementara permintaan dari luar daerah masih minim. Kondisi tersebut membuat pasokan tidak terserap secara maksimal, sehingga harga terus tertekan.

Untuk menekan angka kerugian, petani terpaksa mengurangi biaya operasional. Salah satu langkah yang dilakukan adalah tidak menggunakan jasa buruh petik. Saat ini, petani hanya mampu memanen sekitar 5 kilogram cabai rawit setiap satu minggu sekali.

Para petani berharap pemerintah dapat memberikan perhatian, terutama dengan tidak membatasi penyaluran pupuk bersubsidi. Ketersediaan pupuk dengan harga terjangkau dinilai sangat membantu petani dalam menekan biaya produksi, terutama saat harga cabai sedang mengalami penurunan.

(Editor : Wahyu Adi)


Bagikan di Media Sosial
Tags: CABAI RAWITGampengrejo KediriHarga Cabai Turunharga panganPertanian KediriPetani Cabai Kediri
ShareTweetShare
Next Post
Dua Kebakaran Terjadi di Tulungagung, Menghanguskan Rumah dan Pabrik Makanan Ringan

Dua Kebakaran Terjadi di Tulungagung, Menghanguskan Rumah dan Pabrik Makanan Ringan

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI
  • INDEKS
  • TENTANG KAMI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .