Trenggalek, jurnalmataraman.com – Serangan hama wereng cokelat melanda ratusan hektare tanaman padi di Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek. Akibat serangan masif tersebut, sebagian lahan pertanian dilaporkan mengalami puso atau gagal panen.
Dinas Pertanian Kabupaten Trenggalek mencatat total luas area yang terdampak mencapai 238 hektare, tersebar di 12 desa di wilayah Kecamatan Durenan. Salah satu desa yang paling parah terdampak adalah Desa Baruharjo di mana hampir seluruh tanaman padi milik petani mengalami serangan hama secara masif.
Tanaman padi yang terserang umumnya menguning dan mati sebelum waktunya. Bahkan bulir padi yang dihasilkan pun banyak yang kopong atau tidak berisi sehingga berpotensi menurunkan hasil panen secara drastis.

“Wereng ini sangat cepat penyebarannya. Kami harus menyemprot pestisida setiap tiga hari sekali agar tanaman yang tersisa bisa diselamatkan,” ujar Sururi seorang petani setempat. Ia juga mengeluhkan bahwa frekuensi penyemprotan yang tinggi menyebabkan biaya tanam melonjak tajam.
Pemerintah Desa Baruharjo telah mengupayakan pengendalian hama dengan melakukan penyemprotan pestisida secara massal. Namun, hingga saat ini hasilnya masih belum maksimal.
“Kami bersama petani sudah berupaya menyemprot secara serentak tapi kondisi cuaca dan intensitas serangan membuat pengendalian sulit dilakukan,” kata Hariyani, Kasi Pelayanan Pemerintah Desa Baruharjo.
Berdasarkan data pemerintah desa wilayah yang terserang hama wereng di Baruharjo mencapai 20 hektare. Dari luasan tersebut, 10 hektare di antaranya dinyatakan puso dan tidak bisa dipanen.
Dinas Pertanian Kabupaten Trenggalek terus memantau perkembangan di lapangan dan berkoordinasi dengan Balai Proteksi Tanaman untuk penanganan lebih lanjut. Petani pun diimbau untuk segera melapor jika ditemukan gejala awal serangan, agar penanggulangan bisa dilakukan lebih dini.
( Editor : Pandu & Trias M.A )



