Tulungagung, jurnalmataraman.com – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus pariwisata dan sebuah truk terjadi di Jalur Lintas Selatan (JLS) penghubung Tulungagung–Trenggalek tepatnya di wilayah Desa Besuki Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung pada Minggu (3/8) petang. Peristiwa nahas ini menyebabkan satu orang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka.
Bus pariwisata bernomor polisi AG 7616 UF yang membawa 26 penumpang tersebut dikemudikan oleh Bambang Wahyudin, warga Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang. Saat kejadian, rombongan bus sedang dalam perjalanan pulang dari Pantai Mutiara Trenggalek menuju Jombang.
Menurut Kanit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung Ipda Gerry Permana, kecelakaan diduga terjadi akibat rem bus yang blong saat melintasi jalan menurun. Dari arah berlawanan melaju sebuah truk yang dikemudikan Supriyanto, warga Desa Keboireng Kecamatan Besuki Tulungagung. Menyadari bus melaju tak terkendali, pengemudi truk sempat menghentikan kendaraannya untuk menghindari benturan.
Namun karena jarak terlalu dekat dan kecepatan bus cukup tinggi tabrakan tidak dapat dihindari. Bagian kanan bus menghantam sisi kanan truk hingga keduanya mengalami kerusakan parah. Setelah itu bus sempat oleng ke kiri dan akhirnya berhenti setelah menabrak sebuah tugu di pinggir jalan.
“Dari hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan saksi, kuat dugaan penyebab kecelakaan karena rem bus tidak berfungsi dengan baik saat melalui turunan,” jelas Ipda Gerry Permana.
Akibat insiden tersebut tujuh penumpang bus mengalami luka-luka. Salah satunya Mohammad Hisyam (14), warga Desa Medali Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka parah di bagian kepala.

Sementara itu belasan penumpang lainnya yang tidak mengalami cedera telah dipulangkan ke daerah asal menggunakan bus pengganti yang disediakan pihak agen perjalanan.
Hingga saat ini kasus kecelakaan tersebut masih dalam penanganan Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung. Pihak kepolisian juga akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi kendaraan serta sopir yang terlibat untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan.



