Tulungagung, jurnalmataraman.com – Hari Raya Idul Adha mulai memompa denyut transaksi di Pasar Hewan Terpadu Di Tulungagung. Pada momentum pasaran Pahing, Rabu (20/5), aktivitas jual beli hewan kurban terpantau mengalami lonjakan tajam seiring tingginya antusiasme masyarakat. Pasar yang berlokasi di Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol, itu seolah disesaki lautan hewan ternak. Sedikitnya 900 ekor sapi dan 700 ekor kambing yang didatangkan dari berbagai wilayah se-eks Karesidenan Kediri tumplek blek memadati area pasar.
Tingginya grafik permintaan ini otomatis mengerek harga jual hewan di pasaran. Rata-rata harga sapi kurban saat ini telah menembus angka di atas Rp 20 juta. Menurut pantauan di lokasi, terdapat kenaikan sekitar Rp 2 juta per ekor dibandingkan hari-hari biasa. Di bursa sapi ini, jenis Limousin tampil sebagai primadona yang paling banyak diburu warga.
Kondisi serupa juga menjalar ke blok pasar kambing. Kambing jenis Jawa Randu kini dibanderol di kisaran Rp 3,5 juta hingga Rp 5,5 juta per ekor. Meski ada kenaikan rata-rata sebesar Rp 300 ribu per ekor, pedagang mengaku omzet mereka justru melonjak tajam. Harga ini pun diprediksi masih akan terus meroket hingga H-3 menjelang hari penyembelihan.
Di tengah tingginya perputaran uang tersebut, aspek kelayakan hewan tak luput dari pengawasan ketat. Petugas kesehatan hewan setempat langsung turun gelanggang untuk melakukan pemeriksaan ante-mortem (sebelum penyembelihan) kepada ternak-ternak yang dijajakan.
Pengecekan fisik dilakukan secara menyeluruh dan mendetail. Petugas menyisir mulai dari kondisi kesehatan gigi, produksi air liur, mukosa mata, telinga, hingga postur tubuh luar hewan.
Dari hasil inspeksi di sejumlah titik pasar, petugas memastikan bahwa mayoritas ternak yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat dan bugar. Hewan-hewan tersebut juga dinyatakan telah memenuhi syarat sah untuk dijadikan hewan kurban pada perayaan Idul Adha mendatang
(Editor : Saldi / Aqillah)



