Kediri, jurnalmataraman.com – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur ke-X yang akan digelar di Surabaya memang baru dihelat pada tahun 2027 mendatang. Namun, genderang persiapan sudah mulai ditabuh oleh Asosiasi Kota (Askot) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kota Kediri. Mereka secara resmi telah memulai tahapan seleksi tim sepak bola putra sejak dini. Langkah pencarian bakat ini dipimpin langsung oleh pelatih kepala, Alfiat, yang ditunjuk untuk menahkodai skuad muda Kota Tahu di ajang multievent olahraga terbesar se-Jawa Timur tersebut.
Dalam proses seleksi ini, Askot PSSI Kota Kediri menetapkan kriteria ketat. Mereka memburu bibit-bibit pemain terbaik yang berdomisili asli di Kota Kediri, dengan syarat tahun kelahiran antara 2007 hingga 2009. Pemantauan dilakukan secara langsung di lapangan agar tim pelatih bisa menilai secara objektif visi bermain, teknik, dan fisik para talenta muda tersebut.
Pelatih Sepak Bola Porprov Kota Kediri, Alfiat, mengungkapkan bahwa pembentukan tim yang dilakukan jauh-jauh hari ini bukan tanpa alasan. Persiapan panjang ini merupakan strategi untuk memenuhi target tinggi yang dipatok oleh Askot PSSI Kota Kediri. “Kami memiliki waktu yang cukup ideal untuk meramu tim. Target minimal dari PSSI adalah menembus babak final di Porprov 2027 nanti,” ujar Alfiat. Target ini dinilai realistis dan menjadi pelecut semangat, mengingat pada dua edisi Porprov Jatim sebelumnya, tim sepak bola putra Kota Kediri selalu berhasil menembus babak semifinal namun gagal melaju ke partai puncak.
Lebih lanjut, Alfiat menegaskan bahwa proses seleksi sistem gugur ini akan terus berjalan secara dinamis. Tim pelatih akan terus memantau dan memoles para pemain hingga menemukan komposisi skuad utama yang solid dan sesuai dengan skema permainan yang diharapkan untuk membawa pulang medali dari Surabaya.
(Editor : Afif / Dundi )


