Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Forum Sesepuh Kiai Nahdlatul Ulama Imbau Pengurus Besar Menahan Diri dan Menjaga Ukhuwah

by M. Zainurofi
30 November 2025 | 23:08
Reading Time: 2 mins read
0
Forum Sesepuh Kiai Nahdlatul Ulama Imbau Pengurus Besar Menahan Diri dan Menjaga Ukhuwah

Kediri, jurnalmataraman.com – Sejumlah kyai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) menggelar pertemuan di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, pada Minggu siang. Forum ini digelar sebagai bentuk keprihatinan para sesepuh terhadap dinamika dan konflik yang belakangan terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), sekaligus mencari jalan tengah agar persoalan tersebut segera menemukan titik damai atau islah.

Para ulama sepuh yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain KH. Anwar Mansyur (Lirboyo), KH. Nurul Huda Djazuli (Ploso), KH. Ma’ruf Amin, KH. Said Aqil Siradj, KH. Abdullah Kafabihi Mahrus (Lirboyo), KH. Abdul Hannan Ma’shum (Kwagean), KH. Kholil As’ad (Situbondo), KH. Ubaidillah Shodaqoh, KH. dr. Umar Wahid dan KH. Abdullah Ubab Maimoen. Kehadiran para tokoh penting ini menunjukkan besarnya perhatian para ulama terhadap kondisi organisasi.

Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, KH. Abdul Muid Shohib, menuturkan bahwa forum para sesepuh NU menyampaikan keprihatinan mendalam atas konflik yang terjadi di PBNU. Para ulama sepuh berharap agar seluruh pengurus besar mampu menahan diri serta menghindari penyampaian pernyataan yang berpotensi merusak marwah jam’iyah.

“Para sesepuh mengimbau agar seluruh pengurus tetap menjaga ikhtiar perdamaian, menahan diri dan tidak mengeluarkan pernyataan yang bisa memperkeruh keadaan. Marwah organisasi harus dijaga bersama,” ujar KH. Abdul Muid Shohib.

Selain itu, forum para kyai sepuh juga mengajak seluruh warga NU untuk terus memperkuat ukhuwah dan menjaga persatuan, terutama di tengah dinamika yang dapat memicu perpecahan di tingkat akar rumput. Para ulama menegaskan bahwa persatuan dan kekompakan warga NU merupakan kunci penting untuk menjaga ketenangan dan kedamaian di masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, KH. Abdul Muid Shohib juga menyampaikan pesan agar seluruh warga Nahdliyin memperbanyak doa dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, agar persoalan yang terjadi dapat segera memperoleh jalan keluar terbaik.

Pertemuan tertutup ini diharapkan dapat menjadi langkah awal terciptanya suasana kondusif serta menjadi jembatan bagi upaya islah di lingkungan PBNU. Para kyai sepuh menegaskan bahwa kepentingan jam’iyah dan kemaslahatan umat harus ditempatkan di atas segala kepentingan lainnya.

(Editor: Neha & Wahyu Adi)

Bagikan di Media Sosial
Tags: berita kediriinfo kediriKedirikota KediriNahdlatul UlamapbnuPondok Pesantren Al-Falah Ploso
ShareTweetShare
Next Post
Jaring Atlet Muda Ratusan Pelajar SLTA Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Rektor Cup 2025

Jaring Atlet Muda Ratusan Pelajar SLTA Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Rektor Cup 2025

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI
  • INDEKS
  • TENTANG KAMI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .