Trenggalek, jurnalmataraman — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Trenggalek selama lebih dari sepuluh jam mengakibatkan banjir di empat kecamatan. Air mulai menggenangi permukiman warga sejak Selasa (20/5) sore dan belum sepenuhnya surut hingga dini hari.
Empat kecamatan terdampak banjir tersebut adalah Kecamatan Trenggalek, Karangan, Kampak, dan Pogalan. Hujan mulai turun sejak pukul 12.00 WIB dan berlangsung hingga sekitar pukul 22.30 WIB. Akibatnya, sejumlah kawasan terendam air dengan ketinggian bervariasi, bahkan mencapai lengan orang dewasa di beberapa titik.
Kelurahan Kelutan di Kecamatan Trenggalek menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah. Sementara itu, proses evakuasi warga tidak bisa dilakukan secara maksimal di wilayah Punjung, Desa Sumberingin, Kecamatan Karangan, karena tingginya genangan air menghambat akses masuk bagi petugas.
“Di beberapa titik, air sangat tinggi dan arus cukup deras. Ini menyulitkan tim untuk masuk dan mengevakuasi warga, apalagi di malam hari,” ungkap Kabin Tohari, anggota Baznas Tanggap Bencana (BTB) Trenggalek.
Sejumlah relawan dari potensi SAR serta instansi terkait dikerahkan ke lokasi terdampak untuk membantu proses evakuasi dan distribusi bantuan darurat. Warga yang rumahnya terendam sebagian telah dievakuasi ke tempat aman, termasuk masjid, balai desa, dan posko pengungsian sementara.
“Kami sempat panik karena air tiba-tiba naik cepat. Untung petugas cepat datang dan bantu evakuasi,” ujar Dharaka Rusiandi, warga Pogalan yang ikut terdampak banjir.
Hingga Selasa dini hari, banjir masih menggenangi beberapa wilayah di Trenggalek. Petugas terus melakukan pemantauan terhadap potensi banjir susulan mengingat curah hujan masih tinggi. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas jika kondisi kembali memburuk.
Pemerintah Kabupaten Trenggalek telah menetapkan status siaga bencana dan membuka posko penanganan di setiap kecamatan terdampak guna mempercepat koordinasi dan bantuan logistik.
(Dimas & Trias M.A)



