Trenggalek, jurnalmataraman.com — Banjir kembali menerjang wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Sedikitnya empat kecamatan terdampak banjir yang terjadi akibat luapan sungai sejak malam kemarin. Dua ruas jalan nasional kini dilaporkan ikut terendam, mengganggu arus lalu lintas di wilayah tersebut.
Hingga Senin pagi (20/5), ruas jalan nasional Ir. Soekarno di pusat kota Trenggalek masih terendam banjir setinggi 40 sentimeter. Kondisi ini memaksa Satuan Lalu Lintas Polres Trenggalek menutup sementara akses jalan tersebut demi keselamatan pengguna jalan.
Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Agus Prayitno, menjelaskan bahwa penutupan dilakukan untuk menghindari potensi kecelakaan lalu lintas. “Kami lakukan rekayasa arus dan alihkan kendaraan ke jalur alternatif yang lebih aman,” ujarnya.
Selain ruas Ir. Soekarno, banjir juga menggenangi ruas jalan nasional di Desa Bendo, Kecamatan Pogalan. Meski ketinggian air di lokasi ini tidak setinggi di pusat kota, dan kendaraan masih dapat melintas, namun pihak kepolisian tetap mengimbau agar pengendara berhati-hati.
Banjir kali ini dipicu oleh meluapnya Sungai Ngasinan, yang merupakan pertemuan beberapa aliran sungai utama di Trenggalek. Debit air yang tinggi sejak malam membuat sungai tidak mampu menampung aliran, hingga akhirnya meluber ke permukiman dan jalan raya.
Menurut Irsyad, salah seorang warga Trenggalek, banjir kali ini termasuk cukup parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Banjir memang hampir setiap tahun, tapi tahun ini lebih tinggi dan cepat sekali airnya naik,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa. Pihak BPBD dan TNI/Polri terus bersiaga dan membantu proses evakuasi warga yang terdampak, serta membersihkan beberapa titik genangan air agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal.
( Editor: Ryan & Trias M.A )



