Kediri, jurnalmataraman.com – Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman Elvy Nurhayati (41) dan putrinya Ellinda Jelsa Ika Eldianti (22) di Desa Muneng Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri, Rabu malam. Ratusan pelayat hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada ibu dan anak yang menjadi korban pembunuhan brutal di Nganjuk.
Isak tangis kerabat pecah saat kedua jenazah diberangkatkan menuju pemakaman umum. Keluarga besar korban mengaku tidak menyangka Elvy dan Ellinda pergi dengan cara yang begitu tragis. Suasana semakin haru ketika Aipda Iswandi, suami sekaligus ayah korban tak kuasa menahan air mata saat jenazah dimasukkan ke liang lahat.

Sejumlah anggota kepolisian dari Polres Nganjuk turut datang ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa. Kompol Burhanuddin Kabag SDM Polres Nganjuk, mengatakan kehadiran pihak kepolisian merupakan bentuk dukungan moral bagi keluarga atas musibah yang menimpa mereka.
Diberitakan sebelumnya, Elvy dan Ellinda ditemukan meninggal dunia di kamar kos di Jalan Monginsidi Kelurahan Payaman Nganjuk, pada Selasa malam. Keduanya mengalami sejumlah luka tusuk, diduga akibat tindakan kekerasan yang dilakukan pelaku.
Dalam peristiwa tersebut satu anggota keluarga lainnya, Elda Dwi Inta Meylani (18), berhasil selamat meski mengalami luka serius dan kini masih menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Nganjuk. Peristiwa itu semakin memilukan karena pelaku diduga membakar kamar kos, yang diduga dilakukan untuk menghilangkan barang bukti.
Pihak Polres Nganjuk telah mengamankan seorang terduga pelaku berinisial DS (30) warga Desa Jogomerto Kecamatan Tanjunganom, yang saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif.
Peristiwa tragis ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Masyarakat berharap proses hukum dapat berjalan tegas dan memberikan keadilan bagi para korban.
( Editor : Daniel & Wahyu Adi )


