Blitar, jurnalmataraman.com – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menurunkan puluhan personel untuk mencari seorang perempuan yang diduga hanyut di aliran Sungai Brantas, tepatnya di Desa Tuliskriyo Kabupaten Blitar pada Senin sore. Korban diduga mengalami depresi sebelum menceburkan diri ke sungai.
Peristiwa tersebut terekam dalam video amatir yang beredar di masyarakat. Dalam rekaman itu, terlihat seorang perempuan berinisial D-P, warga Kelurahan Klampok, Kota Blitar, berada di tepi Sungai Brantas. Korban diduga sempat menceburkan diri dari tebing sungai dan berusaha bertahan dengan berpegangan pada akar pohon di sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban diketahui mengalami gangguan depresi yang diduga memengaruhi kondisi kejiwaannya. Selama ini, korban juga disebut rutin menjalani pengobatan melalui puskesmas setempat.
“Memang benar, korban sudah lama menjalani pengobatan karena mengalami depresi. Selama ini rutin kontrol ke puskesmas. Keluarga berharap korban bisa segera ditemukan,” ujar Sutikno, adik ipar korban.
Korban diketahui menceburkan diri ke Sungai Brantas pada Senin sore dengan mengenakan pakaian berwarna hitam dan rok pendek. Tak lama setelah kejadian, hujan lebat disertai angin kencang mengguyur kawasan tersebut, sehingga menghambat proses pencarian pada hari pertama.
Untuk melakukan pencarian, Basarnas bersama tim SAR gabungan mengerahkan sebanyak 40 personel. Tim dibagi menjadi tiga kelompok yang melakukan penyisiran melalui jalur air dan darat di sepanjang aliran Sungai Brantas.
Koordinator Unit Siaga SAR Malang, Imam Nahrowi mengatakan pencarian pada hari kedua sempat mengalami kendala akibat kondisi air sungai yang keruh.
“Kami menurunkan sekitar 40 personel SAR gabungan dan membaginya ke dalam tiga tim untuk penyisiran darat dan air. Namun, kondisi air Sungai Brantas yang keruh akibat hujan semalaman cukup menyulitkan pencarian,” kata Imam Nahrowi.
Hingga berita ini diturunkan, upaya pencarian masih terus dilakukan dengan mempertimbangkan faktor cuaca dan keselamatan seluruh personel di lapangan.
(Editor : Dzaki & Wahyu Adi)



