Tulungagung, jurnalmataraman.com – Keheningan malam di Desa Demuk, Kecamatan Pucanglaban, Tulungagung, mendadak pecah pada Rabu (20/5) malam. Sesosok bayi laki-laki ditemukan dalam kondisi hidup di dalam sebuah kardus yang diletakkan di sebuah warung pecel pinggir jalan, tepat di bawah pohon beringin besar di tengah sawah.
Bayi malang tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 23.00 WIB oleh seorang warga tuna wicara yang tengah mencari barang bekas. Saksi yang curiga melihat sebuah kardus di area warung langsung mengecek isinya dan terkejut mendapati seorang bayi yang terbungkus kain selimut.
Kapolsek Pucanglaban, AKP Tarmadi, menjelaskan bahwa setelah menerima laporan pada Kamis dini hari, pihaknya bersama Tim Inafis dan Unit PPA Satreskrim Polres Tulungagung langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Saksi segera memberitahu warga sekitar setelah menemukan bayi tersebut. Saat ini bayi sudah dievakuasi dan mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Pucanglaban,” ujar AKP Tarmadi, Kamis (21/5).
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, bayi laki-laki tersebut dinyatakan dalam kondisi sehat dan sangat aktif. Bayi tersebut memiliki berat badan 3,4 kilogram dengan panjang badan 48 sentimeter.
Dokter Puskesmas Pucanglaban, dr. Ririn, memperkirakan bayi tersebut baru saja dilahirkan sekitar satu hingga dua jam sebelum ditemukan. “Hal ini terlihat dari kondisi tali pusar yang masih basah dengan bekas potongan yang tidak beraturan, diduga dilakukan tanpa bantuan tenaga medis profesional,” terangnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap identitas orang tua yang tega membuang darah dagingnya sendiri. Polisi telah mengamankan barang bukti berupa satu buah kardus dan tiga lembar kain selimut bayi. Sementara itu, Dinas Sosial Tulungagung memastikan perawatan bayi akan terus dipantau di puskesmas hingga proses administrasi dan penanganan lebih lanjut selesai dilakukan.
(Editor : Saldi / Zahra)



