Kediri,Jurnalmataraman.com – Menjelang pelaksanaan Pilwali Kota Kediri, praktik money politic, penyebaran hoax, dan isu SARA menjadi perhatian serius. Ketiga hal tersebut dinilai dapat merusak integritas demokrasi serta stabilitas keamanan dan ketertiban di kota ini.
Untuk menanggapi isu tersebut, Bawaslu Kota Kediri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif menolak praktik negatif ini. Sebagai langkah awal, deklarasi dilaksanakan di salah satu restoran di Kota Kediri pada Jumat (25/10/2024) malam.
Suhartono, Komisioner Bawaslu Kota Kediri Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas, menghimbau agar masyarakat tidak terburu-buru dalam membagikan informasi, terutama yang berasal dari media sosial
“Dengan lebih selektif, masyarakat dapat terhindar dari informasi palsu yang dapat memengaruhi pemilihan,” ujar Suhartono, Komisioner Bawaslu Kota Kediri.
Selain itu, Suhartono juga mengajak masyarakat untuk menjadi pemilih yang aktif dan partisipatif. Ia menekankan pentingnya melaporkan praktik politik yang tidak etis, termasuk politik uang, yang mungkin terjadi di lingkungan sekitar.
Deklarasi ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk KPU Kota Kediri, Pemkot Kediri beserta jajaran OPD, kepala kelurahan, camat, FKUB, Kepolisian, Kejaksaan, Gakkumdu, serta tim pasangan calon dan partai politik pendukung.
“Ini acara Deklarasi Money Politik, Hoax dan Saran dilaksanakan oleh Bawaslu ini mengundang seluruh jajaran yang ada di Kota Kediri, kita juga mengundang seluruh OPD, Camat, Lurah kita undang untuk menghadiri Deklarasi Money Politik, Hoax dan Saran.“ imbuhnya
Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan Kota Kediri dapat menciptakan suasana pemilihan yang aman dan demokratis.
Penulis : Beny Kurniawan
Editor : Fitri Oktaviana
Ikuti WhatsApp Channel JTV Kediri dan dapatkan informasi terbaru dengan klik link berikut s.id/jtvkediriwa



