Tulungagung, Jurnalmataram.com – Kebakaran menghanguskan dapur dan kandang kambing milik seorang warga di Dusun Genengan, Desa Bangun Jaya, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, Jumat sore. Dalam peristiwa tersebut, lima ekor kambing mati terpanggang, sementara kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 80 juta.Kebakaran menimpa aset milik Musani. Peristiwa itu pertama kali diketahui warga ketika kobaran api sudah membesar. Warga kemudian bergotong royong memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sembari menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tulungagung menerjunkan dua unit mobil pemadam serta satu truk penyuplai air untuk menjinakkan kobaran api. Setelah berjibaku beberapa saat, petugas akhirnya berhasil mengendalikan api sehingga tidak merembet ke bangunan rumah utama.Kasi Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tulungagung Bambang Pidekso mengatakan, api diduga berasal dari pembakaran sampah di sekitar kandang. Kobaran api kemudian membesar dan merembet hingga membakar kandang kambing serta bangunan dapur.
“Api diduga berasal dari pembakaran sampah yang kemudian merembet ke kandang dan dapur. Beruntung rumah utama berhasil diselamatkan sehingga kerugian yang lebih besar dapat dicegah,” ujarnya.Akibat kebakaran tersebut, bangunan dapur beserta sejumlah barang elektronik dan perabot rumah tangga ludes dilalap api. Kulkas, mesin cuci, televisi, hingga berbagai perlengkapan rumah tangga tidak berhasil diselamatkan.Kerugian juga bertambah setelah lima dari tujuh ekor kambing yang berada di dalam kandang mati terpanggang. Hanya dua ekor kambing yang berhasil dievakuasi warga sebelum api menguasai seluruh bangunan.
Secara keseluruhan, nilai kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp 80 juta. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Bambang mengimbau masyarakat lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran sampah maupun aktivitas yang menggunakan api terbuka. Menurutnya, api atau bara yang ditinggalkan tanpa pengawasan berpotensi memicu kebakaran, terutama saat berada di dekat bangunan maupun kandang ternak. “Masyarakat harus memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” pungkasnya.
(Editor : Rey / Bara)


