Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Cuaca Ekstrem, Pasokan Ikan ke Kota Kediri Tersendat, Harga Melonjak hingga Rp 10 Ribu per Kg

by Beny Kurniawan
1 April 2026 | 07:17
Reading Time: 2 mins read
0
Cuaca Ekstrem, Pasokan Ikan ke Kota Kediri Tersendat, Harga Melonjak hingga Rp 10 Ribu per Kg

KEDIRI, jurnalmataraman.com – Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah perairan di Jawa Timur mulai berdampak nyata pada distribusi komoditas pangan di daerah pedalaman. Di Kota Kediri, pasokan ikan laut maupun ikan air tawar mengalami hambatan serius akibat gelombang tinggi yang membuat nelayan enggan melaut. Imbasnya, stok di pasaran menipis dan harga melonjak signifikan.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa kenaikan harga berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per kilogram untuk berbagai jenis ikan. Kondisi ini dikeluhkan baik oleh pedagang maupun konsumen yang mulai membatasi pembelian.

, Kota Kediri mendapatkan suplai ikan segar dari sentra penghasil di pesisir utara seperti Tuban, Lamongan, dan Gresik, serta pesisir selatan seperti Trenggalek dan Tulungagung. Namun, intensitas pengiriman menurun drastis dalam dua pekan terakhir.

“Biasanya pengiriman dilakukan rutin setiap tiga hari sekali. Tapi sekarang karena cuaca buruk, kami hanya menerima pasokan satu kali dalam seminggu,” ujar Muhammad Hadi, salah satu pedagang ikan di Pasar Setono Betek, Kota Kediri.

Keterbatasan stok ini otomatis mendongkrak harga jual. Ikan Tenggiri yang semula dibanderol Rp 80.000 per kilogram, kini sudah menyentuh angka Rp 90.000 per kilogram. Begitu pula dengan cumi-cumi yang merangkak naik dari Rp 80.000 menjadi Rp 90.000 per kilogram.

Tak hanya hasil laut, komoditas ikan air tawar pun ikut terimbas kenaikan harga:

  • Ikan Gurami: Naik dari Rp 40.000 menjadi Rp 48.000 per kg.
  • Ikan Nila: Naik dari Rp 30.000 menjadi Rp 35.000 per kg.

Hadi menambahkan, kondisi ini merupakan akumulasi dari minimnya hasil tangkapan nelayan dan kendala transportasi selama perjalanan akibat cuaca ekstrem. Akibat harga yang melambung, omzet penjualan para pedagang menurun karena daya beli masyarakat yang ikut terkoreksi.

Kini, para pelaku usaha di pasar tradisional hanya bisa berharap kondisi cuaca di perairan segera membaik. Stabilnya pasokan menjadi kunci agar harga ikan kembali normal dan aktivitas ekonomi di pasar kembali bergairah.

Editor : Trias M.A

Bagikan di Media Sosial
Tags: berita kediriheadlineKedirikota KediriTulungagung
ShareTweetShare
Next Post
Lantik 8 Pejabat Tinggi dan Direktur Perumda Tirta Wening, Mas Ipin Tekankan Optimalisasi Struktur Baru

Lantik 8 Pejabat Tinggi dan Direktur Perumda Tirta Wening, Mas Ipin Tekankan Optimalisasi Struktur Baru

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI
  • INDEKS
  • TENTANG KAMI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .