Trenggalek, jurnalmataraman.com – Polemik gagal mentasnya skuad U-15 Sekolah Sepak Bola (SSB) Prigi Shrimp Army di ajang bergengsi Piala Soeratin 2026 akhirnya memasuki babak baru. Perwakilan Asosiasi Kabupaten PSSI Trenggalek telah turun tangan dan menyampaikan permohonan maaf secara langsung. Meski pintu maaf telah dibuka lebar oleh pihak SSB, desakan untuk melakukan evaluasi menyeluruh di tubuh federasi tetap mengemuka.
Mediasi antara perwakilan Askab PSSI Trenggalek dengan jajaran manajemen, pelatih, hingga wali pemain SSB Prigi Shrimp Army telah dilangsungkan. Dalam pertemuan yang berjalan dengan asas kekeluargaan tersebut, otoritas sepak bola daerah itu mengakui adanya kelalaian administratif yang berujung pada pupusnya harapan tim U-15 untuk berlaga di Piala Soeratin tahun ini. Pihak SSB pun secara resmi menerima permohonan maaf tersebut.
Kendati demikian, Pemilik SSB Prigi Shrimp Army, Anjar Priadi Putra, menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh dianggap selesai begitu saja tanpa ada tindak lanjut. Pihaknya menuntut adanya pertanggungjawaban organisasi dan pembenahan sistem secara masif di internal Askab PSSI Trenggalek. Langkah ini dinilai krusial agar preseden buruk serupa tidak lagi memakan korban dan merugikan SSB lain di masa mendatang.
Senada dengan pihak manajemen, para wali pemain turut menyuarakan kekecewaan sekaligus harapan besar mereka terhadap induk organisasi sepak bola tersebut. Mereka mendesak agar Askab PSSI Trenggalek bisa bekerja lebih cermat, profesional, dan meningkatkan perannya dalam pembinaan talenta usia dini.
Kejadian ini diharapkan menjadi tamparan keras sekaligus bahan introspeksi bagi federasi. Jangan sampai, kerja keras dan impian bibit-bibit muda untuk merumput di kompetisi resmi harus terkubur hanya karena keteledoran di ranah administrasi.
( Editor : Afif/Sea )



