Kediri,jurnalmataraman.com – Suasana berbeda tampak menyelimuti sejumlah sudut Kota Kediri pada pertengahan bulan Juli ini. Pengguna jalan yang melintas sejenak akan merasa seperti sedang berada di Negeri Sakura, Jepang. Hal ini lantaran ratusan pohon tabebuya yang ditanam di sepanjang jalan protokol kini tengah bermekaran dengan indahnya.
Bunga yang memiliki kemiripan dengan sakura ini bermekaran memamerkan bentuk terompet dengan ragam warna yang mencolok, mulai dari putih, merah muda (pink), hingga kuning. Keindahannya tak pelak menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memanjakan mata para pengendara maupun pejalan kaki yang melintas.
Pemandangan memukau ini dapat dijumpai di beberapa ruas jalan utama Kota Tahu. Di antaranya, di sepanjang Jalan Dhoho, Jalan Mauni, hingga Jalan Letjen Suparman. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, Indun Munawaroh, menjelaskan bahwa fenomena mekarnya tabebuya ini merupakan hasil dari upaya penghijauan yang telah dilakukan pemerintah kota sejak beberapa tahun silam.
“Ada sekitar 700 pohon tabebuya yang telah kami tanam sejak empat tahun lalu. Tujuannya tentu selain untuk memperindah wajah Kota Kediri, pohon ini juga berfungsi secara ekologis sebagai peneduh dan bagian dari Ruang Terbuka Hijau (RTH),” jelas Indun Munawaroh, Rabu (15/7). Meskipun kerap disandingkan dengan sakura, tabebuya sejatinya memiliki nama ilmiah Handroanthus dan bukan berasal dari Asia. Tanaman eksotis ini adalah jenis pohon berbunga yang habitat aslinya berada di wilayah tropis Amerika Selatan, seperti Peru dan Brasil.
Meski bukan tanaman asli Indonesia, karakter tabebuya dinilai sangat adaptif. Pohon ini sangat cocok dan tumbuh subur jika ditanam di daerah beriklim tropis seperti Indonesia, dan kini sukses menjadi peneduh sekaligus ikon estetika baru di tata kota Kediri.
(Editor : Afif/Farid)




