Tulungagung,Jurnalmataraman.com – Badan Narkotika Nasional Kabupaten Tulungagung, terus memperkuat strategi pencegahan dan pemberantasan, penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba atau P4GN. Langkah ini dilakukan seiring dinamika global, yang berdampak pada pola kejahatan narkoba, yang semakin adaptif dan terorganisasi.
Dinamika global yang bergerak cepat dan sulit diprediksi, berdampak langsung pada pola kejahatan narkoba yang kian kompleks. Kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi BNN Kabupaten Tulungagung, dalam menjalankan program P4GN. Kejahatan narkoba tidak hanya menyentuh aspek hukum, namun juga merambah dimensi sosial ekonomi kesehatan hingga keamanan.
Sesuai amanat Undang Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. BNN ditempatkan sebagai leading sektor P4GN secara nasional. Di tingkat daerah, BNN Kabupaten Tulungagung, berperan strategis dalam mengimplementasikan, kebijakan nasional yang disesuaikan dengan karakteristik lokal. Komitmen negara dalam memerangi narkoba, juga ditegaskan dengan menjadikan isu narkoba, sebagai agenda strategis nasional.

Pada pilar pencegahan, sepanjang tahun 2025, BNN Tulungagung telah melakukan intervensi desa bersinar, di Desa Rejoagung Kecamatan Kedungwaru. Selain itu, dibentuk puluhan relawan anti narkoba dan penggiat P4GN, serta program ketahanan keluarga dan pendidik sebaya. Di sisi pemberantasan, tim asesmen terpadu menangani puluhan klien, dengan pendekatan hukum dan rehabilitasi, serta didukung razia dan tes urine di berbagai lokasi rawan.
Sedangkan pada pilar pemulihan, AKBP Damar Bastiar Amarapit selaku Plt Kepala BNNK Tulungagung mengatakan, ” BNN Kabupaten Tulungagung bersama mitra, memberikan layanan rehabilitasi rawat jalan kepada puluhan klien. Hasilnya, kualitas hidup klien melampaui target nasional”.
Keberhasilan program P4GN juga didukung kolaborasi lintas sektor, melalui berbagai perjanjian kerja sama serta dukungan anggaran. Ke depan, BNN Tulungagung mendorong pembentukan forum komunikasi P4GN dan percepatan desa bersinar di seluruh kecamatan//
(Editor : Agus bondan-beny setiawan jtv)



