Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

BKSDA Pastikan Burung Migrasi Dari Rusia Dan China Tak Ganggu Pertanian

by Agus Bondan
3 Februari 2026 | 16:04
Reading Time: 2 mins read
0
BKSDA Pastikan Burung Migrasi Dari Rusia Dan China Tak Ganggu Pertanian

Beberapa jenis burung yang bermigrasi ke kawasan Tulungagung (Foto : Agus Bondan)

Tulungagung, jurnalmataraman.com – Kawanan burung migran dari belahan bumi utara terpantau singgah di area persawahan Desa Bungur, Kecamatan Karangrejo, Tulungagung. Salah satu jenis yang terlihat adalah burung terik asia (Glareola), yang memanfaatkan sawah pascapanen sebagai lokasi mencari makan.

Burung-burung tersebut biasanya mencari serangga dan cacing kecil yang banyak terdapat di lumpur sawah setelah panen. Selain di kawasan persawahan, kawanan burung migran ini juga terpantau berada di wilayah Pantai Cengkrong, Trenggalek.

Polisi Kehutanan Seksi Konservasi Wilayah I Kediri BKSDA Jawa Timur, Ahmad David Kurnia Putra, mengatakan burung migran tersebut berada di area persawahan mulai pagi hingga sore hari. Menurutnya, keberadaan burung tersebut tidak mengganggu spesies burung lokal.

“Burung ini hanya memakan serangga dan cacing kecil, sehingga tidak terjadi kompetisi mencari makan dengan burung lain,” ujar pria yang akrab disapa Om Dev itu.

Ia menambahkan, sebelumnya BKSDA Kediri Jawa Timur telah menggandeng mahasiswa pecinta alam UIN Satu Tulungagung untuk melakukan pengamatan burung migran. Secara umum, burung-burung migran dari wilayah utara mulai masuk ke kawasan Indonesia sejak Oktober hingga Maret.

Dalam dua tahun terakhir, BKSDA telah mengidentifikasi sedikitnya tujuh jenis burung migran yang singgah di wilayah Tulungagung. Di antaranya cerek kalung kecil, terik asia, kicuit kerbau, trinil, layang-layang asia, trinil semak, serta cerek kernyut.

Meski belum dilakukan pendataan secara menyeluruh, Om Dev menyebut pihaknya pernah mencatat sekitar 5.000 individu burung terik asia hanya dalam satu petak sawah di Desa Jatimulyo, Tulungagung.

Ia mengimbau masyarakat agar turut menjaga keberadaan ribuan burung migrasi tersebut dengan tidak menangkapnya. “Cukup diamati dan dibiarkan mencari makan di area persawahan,” pungkasnya.

(Editor : Saldi)

Bagikan di Media Sosial
ShareTweetShare
Next Post
Tekan PMK, DISNAKKAN Trenggalek Gencarkan Vaksinasi Ternak

Tekan PMK, DISNAKKAN Trenggalek Gencarkan Vaksinasi Ternak

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .