Tulungagung, jurnalmataraman.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tulungagung menyalurkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) kepada 18 desa di Kabupaten Tulungagung. Bantuan ini diberikan dalam rangka mendukung pelaksanaan program Desa Berdaya, Jatim Puspa (Jawa Timur Pemberdayaan Usaha Perempuan), serta pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa).
Penyaluran bantuan ini direncanakan berlangsung pada bulan Juli 2025, dengan total nilai bantuan mencapai lebih dari Rp1,7 miliar. Dana tersebut diharapkan dapat memperkuat peran desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong kemandirian ekonomi desa melalui program-program pemberdayaan yang berkelanjutan.
Kepala DPMD Tulungagung, Iswahyudi, menjelaskan bahwa dari 271 desa dan kelurahan yang ada di Tulungagung, 18 desa terpilih menerima BKK pada periode ini. Rinciannya, sebanyak 4 desa menerima bantuan Program Desa Berdaya, masing-masing senilai Rp100 juta. Selanjutnya, 8 desa memperoleh BKK untuk pengembangan BUMDesa, juga masing-masing Rp100 juta. Sementara itu, 6 desa lainnya menerima BKK Program Jatim Puspa, dengan besaran bantuan yang bervariasi antara Rp60 juta hingga Rp130 juta per desa.
“Bantuan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendorong pemberdayaan desa secara menyeluruh, khususnya di sektor ekonomi dan sosial,” ujar Iswahyudi.
Salah satu desa penerima BKK Program Desa Berdaya adalah Desa Bangunjaya. Kepala Desa Bangunjaya, Jaelani, menyampaikan bahwa bantuan sebesar Rp100 juta yang diterima oleh desanya akan digunakan untuk pengembangan usaha penggemukan sapi, yang diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus mendukung program ketahanan pangan.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya bantuan ini. Dana tersebut sangat bermanfaat untuk meningkatkan usaha peternakan yang kami kelola secara kolektif dengan masyarakat,” ujar Jaelani.
Sebagai bagian dari pelaksanaan program, DPMD Tulungagung juga mengadakan sosialisasi untuk memperkuat koordinasi, sinergi, komitmen, serta pemahaman antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Tulungagung, dan pemerintah desa penerima bantuan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh para kepala desa, pendamping desa, pengurus BUMDes, serta sejumlah pihak terkait lainnya.
(editor : Trias M.A)



