Kediri, jurnalmataraman.com – Dalam beberapa hari terakhir, hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kota Kediri. Cuaca ekstrem ini diperkirakan masih akan berlangsung selama satu pekan ke depan. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan potensi terjadinya berbagai bencana alam seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang di sejumlah titik.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri mencatat, dalam satu minggu terakhir telah terjadi sedikitnya tiga peristiwa pohon tumbang di lokasi yang berbeda akibat terpaan angin kencang. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian tersebut sempat mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas di beberapa ruas jalan.

Kepala BPBD Kota Kediri, Joko Arianto mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati ketika beraktivitas di luar rumah terutama saat hujan disertai angin kencang.
“Kami mengimbau warga agar tidak berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame saat hujan dan angin kencang. Jika terjadi bencana, segera hubungi dinas terkait dan cari tempat yang lebih aman,” ujar Joko, Jumat (8/11).
Selain potensi pohon tumbang, BPBD juga mencatat empat wilayah di Kota Kediri yang tergolong rawan banjir yakni Kelurahan Bujel, Gayam, Ngampel dan Mojoroto. Warga di daerah tersebut diimbau untuk lebih waspada terhadap kemungkinan naiknya debit air saat hujan deras berlangsung dalam waktu lama.
BPBD Kota Kediri juga menyiagakan petugas di sejumlah titik rawan bencana guna mempercepat penanganan apabila terjadi situasi darurat. Pihaknya berharap kewaspadaan dan kerja sama seluruh elemen masyarakat dapat membantu meminimalkan dampak dari cuaca ekstrem yang masih akan berlangsung beberapa hari ke depan.
( Editor : Pandu & Wahyu Adi )



