Trenggalek, jurnalmataraman.com – Krisis air bersih akibat kemarau panjang kian mencekik warga Kabupaten Trenggalek. Sejumlah sumur milik warga dilaporkan sudah lama mengering, memaksa mereka bergantung sepenuhnya pada pasokan air darurat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Menanggapi kondisi darurat tersebut, Keluarga Alumni Universitas Jember atau KAUJE Korda Trenggalek bergerak cepat. Bersama Universitas Jember, mereka menyalurkan bantuan sebanyak dua tangki air bersih ke Desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan, Trenggalek.
Bantuan air bersih berkapasitas total sekitar sepuluh ribu liter itu didistribusikan langsung kepada warga yang sudah lama mengantre pada Minggu siang, 25 Oktober 2026. Aksi kemanusiaan ini merupakan bentuk kolaborasi nyata dalam rangka menyambut Dies Natalis ke-62 kampus tersebut. Sebelum aksi gabungan ini, KAUJE Korda Trenggalek sebenarnya telah bergerak secara mandiri dengan menyalurkan enam tangki air bersih ke berbagai wilayah terdampak kekeringan. Melalui kolaborasi lanjutan ini, total distribusi ditargetkan mencapai delapan tangki, dengan sasaran berikutnya di Desa Pringapus, Kecamatan Dongko.
Ketua KAUJE Korda Trenggalek, Mugo Utomo, mengungkapkan bahwa bencana kekeringan yang melanda tahun ini terasa jauh lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Sejumlah sumur telah mengering, sementara sumber air yang masih tersedia tidak mampu mencukupi kebutuhan seluruh warga,” ujarnya.
Keluhan senada disampaikan oleh Nurani Soyomukti, salah seorang warga setempat. Menurutnya, warga terpaksa harus antri panjang demi mendapatkan air bersih dan harus berhemat ketat untuk keperluan mandi serta mencuci. “Warga harus mengantri untuk mendapatkan air, bahkan membatasi penggunaannya untuk mandi dan mencuci. Bantuan air bersih kini menjadi salah satu andalan masyarakat, sembari berharap hujan segera turun dan mengisi kembali sumber air yang mengering,” tuturnya. (Mochammad Herlambang)
(Editor:Loris/Trias)



