Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Arca Durga Mahesa Akhirnya Kembali ke Trenggalek

by Hammam Defa
23 April 2025 | 15:31
Reading Time: 2 mins read
0
Arca Durga Mahesa Akhirnya Kembali ke Trenggalek

. Arca peninggalan era Kerajaan Kediri tersebut sebelumnya dibawa dengan alasan restorasi

Trenggalek, jurnalmataraman.com — Arca Durga Mahesa tanpa kepala yang sempat dibawa ke Bogor oleh mantan Kapolres Trenggalek, AKBP Indra Ranudikarta, kini akhirnya kembali ke Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, Trenggalek. Arca peninggalan era Kerajaan Kediri tersebut sebelumnya dibawa dengan alasan restorasi, namun tanpa dilengkapi dokumen resmi dan tanpa rekomendasi dari instansi terkait.

Penyerahan arca dari Kepala Desa Kamulan kepada AKBP Indra Ranudikarta dilakukan secara pribadi, tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek maupun Balai Pelestari Kebudayaan (BPK) yang memiliki kewenangan atas benda cagar budaya. Menyadari kesalahan prosedur tersebut, pihak desa akhirnya memutuskan untuk mengambil kembali arca tersebut dari Polresta Bogor, tempat AKBP Indra saat ini bertugas.

“Saat ini arca sudah kami simpan kembali di balai desa. Kami juga tidak lagi berencana melakukan restorasi karena tidak tahu prosedurnya,” ujar Masruri, Kepala Desa Kamulan.

Kepala Disparbud Trenggalek, Sunyoto, membenarkan bahwa pemindahan arca dilakukan tanpa rekomendasi dari BPK. Ia menegaskan bahwa segala bentuk pemindahan benda cagar budaya, termasuk objek diduga cagar budaya (ODCB), harus melalui prosedur resmi dan mendapatkan izin dari pihak berwenang.

“Ini jadi pelajaran penting. Ke depan kami akan menggandeng BPK Jawa Timur untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan perangkat desa tentang pentingnya pelestarian benda cagar budaya,” ujar Sunyoto.

Sunyoto juga menyebut bahwa Trenggalek memiliki banyak ODCB dan benda cagar budaya yang tersebar di berbagai wilayah, sehingga sosialisasi dan pengawasan menjadi sangat penting.

Kasus ini diharapkan menjadi momentum untuk mendorong percepatan pembangunan museum cagar budaya di Trenggalek, sebagai tempat yang representatif untuk menyimpan dan merawat warisan sejarah yang dimiliki daerah.

(editor : Trias M.A)

Bagikan di Media Sosial
Tags: arca trenggalek kembaliberita trenggalekinfo trenggalekkabar trenggalek
ShareTweetShare
Next Post
Kabupaten Kediri Kirim 40 Ton Padi ke Jakarta, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Kabupaten Kediri Kirim 40 Ton Padi ke Jakarta, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI
  • INDEKS
  • TENTANG KAMI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .