Kediri, jurnalmataraman.com – Pemuda Ansor Kabupaten Kediri menggelar apel kebangsaan di halaman Gedung Bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kediri, Jumat (17/10) sore. Apel berlangsung khidmat dengan nuansa nasionalis dan religius yang kental, serta diikuti oleh kader GP Ansor, Banser, dan perwakilan santri dari berbagai pesantren.
Ketua GP Ansor Kabupaten Kediri, HM Kanzul Fikri, dalam amanatnya menegaskan bahwa pondok pesantren merupakan pilar utama dalam pendidikan moral dan akhlak bangsa. Ia juga menyampaikan pentingnya peran para kiai dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan yang moderat.

“Pondok pesantren bukan sekadar tempat menimba ilmu agama, tapi juga ruang pembinaan karakter dan akhlak generasi muda. Karena itu, peran para kiai sangat krusial dalam membangun bangsa ini,” ujar Gus Fikri, sapaan akrabnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Fikri juga menyinggung soal pemberitaan yang sempat menimbulkan reaksi dari kalangan santri, terkait tayangan di salah satu media swasta nasional. Ia menyatakan bahwa kasus tersebut saat ini sedang dalam penanganan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan pihak kepolisian, sehingga ia menginstruksikan seluruh kader GP Ansor untuk tetap tenang, solid, dan tidak bertindak secara individual.
“Kami menegaskan bahwa kader GP Ansor harus satu komando. Tidak boleh ada tindakan sendiri-sendiri. Kita percaya proses hukum dan jalur komunikasi formal yang sedang berlangsung,” katanya.
Apel ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Pimpinan Pusat Nahdlatul Ulama dalam rangka memperkuat solidaritas kader di berbagai daerah. GP Ansor Kabupaten Kediri pun berkomitmen untuk menjaga kondusivitas serta menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin.
Rencananya, dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional pada 22 Oktober mendatang, GP Ansor bersama Banser dan para santri di wilayah Kediri akan menggelar apel kolaboratif sebagai wujud kekompakan dan cinta Tanah Air.
( editor : Denis & Wahyu Adi )



