Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Dari Hobi Jadi Rezeki, Pensiunan Asal Pare Kediri Raup Cuan dari Bisnis Sepatu Impor Bekas

by M. Zainurofi
19 Juni 2026 | 15:06
Reading Time: 2 mins read
0
Dari Hobi Jadi Rezeki, Pensiunan Asal Pare Kediri Raup Cuan dari Bisnis Sepatu Impor Bekas

Kediri, jurnalmataraman.com – Masa pensiun bukan berarti berhenti produktif. Hal ini dibuktikan oleh Dwi Sularaji (57) warga Jalan Welirang, Kel. Pare, Kec. Pare, Kab. Kediri. Alih-alih hanya berdiam diri di rumah, ia justru berhasil menemukan sumber penghasilan baru dari hobinya mengoleksi sepatu bekas impor. Siapa sangka, kegemarannya berburu dan mengumpulkan sepatu bermerek (branded) kini berkembang menjadi usaha yang menjanjikan. Koleksi yang awalnya hanya ditujukan untuk kepuasan pribadi tersebut, perlahan menarik minat banyak orang dan kini berubah menjadi ladang cuan.

Untuk menjalankan usahanya, Dwi menyulap ruang tamu rumahnya yang berukuran sekitar 5 x 6 meter menjadi sebuah toko sederhana. Tidak ada etalase kaca yang mewah atau penataan ruang layaknya toko retail modern. Ratusan pasang sepatu dari berbagai merek sekadar tersusun dan menumpuk di sejumlah sudut ruangan menggunakan rak kayu seadanya.

Meski tempatnya sederhana, koleksi yang ditawarkan tidak main-main. Di ruangan tersebut berjajar sepatu bekas impor berkualitas dari merek ternama global, mulai dari Adidas, New Balance, Nike, hingga Air Jordan. Sebagian besar merupakan hasil perburuannya selama bertahun-tahun.

Bagi Dwi, menjual koleksi sepatu miliknya menjadi pilihan yang jauh lebih bermanfaat ketimbang hanya menyimpannya di gudang. Selain bisa membantu orang lain untuk mendapatkan sepatu berkualitas dengan harga terjangkau, langkah ini juga memberinya pemasukan tambahan untuk menikmati masa pensiun.

Harga yang dibanderol pun terbilang sangat ramah di kantong. Pembeli cukup merogoh kocek mulai dari Rp150.000 hingga Rp500.000 untuk bisa membawa pulang sepasang sepatu bermerek incaran mereka.

Menariknya, pembeli yang datang tidak hanya berasal dari wilayah Pare dan sekitarnya. Keberadaan “harta karun” sepatu bekas ini rupanya cepat menyebar melalui media sosial. Sejumlah pelanggan diketahui rela datang jauh-jauh dari kabupaten tetangga seperti Jombang dan Nganjuk. Rivan, salah satu pembeli asal Jombang, mengaku sengaja datang langsung ke Pare setelah mengetahui toko milik Dwi dari media sosial. Ia tertarik karena pilihan sepatunya beragam dan harganya relatif murah untuk ukuran sepatu bermerek.

Melihat antusiasme pelanggan yang terus meningkat, Dwi berharap ke depannya bisa terus mengembangkan usaha thrift sepatu ini. Ia berencana mencari tempat yang lebih representatif dan menata koleksinya secara lebih rapi, sehingga para pengunjung bisa semakin nyaman saat memilih dan berbelanja.

( Editor : Afif / Marchsa )

Bagikan di Media Sosial
Tags: headlinehobiKedirisepatu importhrift
ShareTweetShare
Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .