Kediri, jurnalmataraman.com – Upaya mewujudkan kemandirian pangan dan peningkatan produksi gula nasional sesuai arahan Presiden terus digenjot. Sebagai wujud nyata, Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Joko Yuliantono, menghadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Koperasi Pemasaran Putra Harapan Jaya (Koppem Raharja) Kediri dengan Koperasi Konsumen Kana pada Sabtu (6/6) sore.
Berlokasi di kawasan Pabrik Indogula Joyoboyo, Desa/Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, kesepakatan strategis ini diteken langsung oleh Ketua Koppem Raharja, Desi Permatasari, bersama Ketua Koperasi Konsumen Kana, Jonathan Danang Wardhana. Acara tersebut turut disaksikan oleh sejumlah petani tebu dan pelaku usaha di sektor pergulaan.
Kerja sama ini difokuskan pada penguatan peran koperasi dalam mendukung industri gula nasional. Kedua belah pihak sepakat untuk membangun kemitraan yang kuat dalam penyediaan bahan baku tebu secara berkelanjutan, sehingga kebutuhan operasional produksi gula dapat terpenuhi secara maksimal.
Di hadapan para petani dan pengurus koperasi, Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif kolaborasi lintas koperasi ini. Ia menegaskan bahwa komoditas tebu merupakan salah satu sektor strategis yang pernah menjadi kebanggaan bangsa.
“Sektor ini memiliki peluang yang sangat besar untuk terus berkembang dan mengembalikan kejayaan industri gula kita, asalkan didukung oleh tata kelola yang baik serta sinergi yang terarah dari hulu ke hilir,” ungkap Ferry.
Sejalan dengan visi tersebut, pihak koperasi selama ini telah bergerak aktif menghimpun para petani tebu dari berbagai pelosok wilayah di Kabupaten Kediri untuk bergabung sebagai anggota. Ketua Koperasi Konsumen Kana, Jonathan Danang Wardhana, meyakini bahwa kolaborasi ini akan membawa dampak positif yang signifikan.
“Dengan jaringan petani yang terus berkembang saat ini, kami sangat optimistis mampu memenuhi kebutuhan pasokan tebu yang dibutuhkan oleh Pabrik Indogula Joyoboyo secara berkelanjutan,” ujar Jonathan.
Melalui sinergi hulu-hilir ini, kedua koperasi berharap dapat menciptakan rantai pasok tebu yang tangguh. Langkah ini diyakini tidak hanya akan mendongkrak kesejahteraan petani lokal, tetapi juga menjadi fondasi kuat dalam mendukung program pemerintah untuk mencapai kemandirian pangan dan energi berbasis pertanian di masa depan.
( Editor : Saldi / Rahma )



