Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Semarak Malam Takbiran di Kediri, Ratusan Warga Gelar Pawai Obor dan Rebutan Gunungan Sayur

by M. Zainurofi
27 Mei 2026 | 04:52
Reading Time: 2 mins read
0
Semarak Malam Takbiran di Kediri, Ratusan Warga Gelar Pawai Obor dan Rebutan Gunungan Sayur

Kediri, jurnalmatraman.com – Momen malam Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dirayakan dengan penuh sukacita dan kemeriahan oleh warga Kabupaten Kediri. Ratusan warga bersama para santri di Desa Pagu, Kecamatan Wates, menyambut hari raya kurban dengan menggelar tradisi pawai obor yang dipadukan dengan kirab gunungan sayuran pada Selasa (27/5) malam.

Pusat kemeriahan tersebut berlangsung di lingkungan Masjid Al Mubarok, Lingkungan Trate, Dusun Dawung. Sejak petang, ratusan peserta yang terdiri atas santri, ustadz, ustadzah, wali santri, hingga masyarakat setempat sudah berkumpul. Mereka tampak antusias mengarak obor berkeliling kampung dengan rute sejauh kurang lebih satu kilometer.

Sepanjang perjalanan, alunan gema takbir terus dikumandangkan oleh para peserta, menambah suasana khusyuk sekaligus semarak di malam perayaan kurban tersebut. Tidak hanya membawa obor bambu, daya tarik utama dalam pawai ini adalah kehadiran sebuah gunungan raksasa yang tersusun dari berbagai macam sayuran segar hasil bumi warga sekitar.

Panitia kegiatan, Mochamad Heru Pranoto, menjelaskan bahwa acara ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat setempat dalam menyambut datangnya Hari Raya Idul Adha. Di samping itu, kegiatan ini juga membawa misi kebudayaan.

“Selain untuk ajang silaturahmi dan menyambut Idul Adha, pawai obor yang dirangkai dengan kirab gunungan sayur ini bertujuan untuk melestarikan warisan budaya islami di lingkungan kami,” ujar Heru di sela-sela kegiatan.

Kemeriahan pawai memuncak ketika rombongan kembali tiba di garis finis, yakni di halaman depan Masjid Al Mubarok. Sesuai dengan tradisi, gunungan sayuran tersebut langsung menjadi rebutan warga yang sudah menunggu. Tradisi rebutan hasil bumi ini diyakini masyarakat membawa berkah tersendiri.

Warga tampak sangat antusias dan gembira. Salah seorang warga setempat, Khiuriyah, mengaku senang bisa ikut memeriahkan acara dan mendapatkan sayur-mayur dari gunungan tersebut. Menurutnya, tradisi ini tidak hanya menghibur tetapi juga membawa manfaat ekonomi bagi ibu rumah tangga.

“Alhamdulillah senang sekali bisa ikut rebutan dan dapat sayuran. Apalagi saat ini harga sayuran di pasar sedang tinggi-tingginya menjelang Idul Adha, jadi ini sangat membantu untuk dimasak besok,” ungkap Khiuriyah semringah.

Melihat tingginya antusiasme dan respons positif dari masyarakat, panitia berencana menjadikan pawai obor dan kirab gunungan sayur ini sebagai tradisi rutin tahunan bagi santri dan warga di Lingkungan Trate, Dusun Dawung. Langkah ini diharapkan mampu terus memupuk kerukunan warga sekaligus menjaga nyala pelestarian budaya lokal yang bernapas islami.

( Editor : Saldi / Aqillah)

Bagikan di Media Sosial
Tags: berita kediriheadlineidul adhainfo kediriKediri
ShareTweetShare
Next Post
Praktis Olah Daging Kurban, Bumbu Racik di Pasar Setono Betek Kediri Laris Manis

Praktis Olah Daging Kurban, Bumbu Racik di Pasar Setono Betek Kediri Laris Manis

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .