Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Jelang Idul Adha, Harga Sapi di Kediri Naik hingga 20 Persen, Transaksi Tetap Tinggi

by M. Zainurofi
18 Mei 2026 | 10:31
Reading Time: 2 mins read
0
Jelang Idul Adha, Harga Sapi di Kediri Naik hingga 20 Persen, Transaksi Tetap Tinggi

Kediri,juralmataraman.com – Menjelang perayaan Idul Adha 1447 H, aktivitas perdagangan hewan ternak di Pasar Hewan Tertek, Pare, Kabupaten Kediri, mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Meski harga sapi dilaporkan merangkak naik, animo masyarakat untuk membeli hewan kurban tetap tinggi.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Minggu (18/5), ratusan ekor sapi terpantau keluar masuk pasar hewan terbesar di wilayah tersebut. Lonjakan aktivitas ini tidak lepas dari tingginya permintaan hewan kurban, tidak hanya dari warga lokal Kediri, tetapi juga dari luar daerah seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Madiun, Malang, hingga Batu.

Tingginya volume perdagangan ini turut berdampak pada harga jual. Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri mencatat, harga sapi di pasar saat ini mengalami kenaikan antara 10 hingga 20 persen dibandingkan hari biasa.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKPP Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim kesehatan hewan untuk melakukan monitoring langsung ke pasar. Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk memastikan kondisi kesehatan ternak sekaligus menjaga ketersediaan stok hewan kurban yang aman dan sehat. ”Monitoring ini dilakukan sebagai langkah antisipasi, khususnya untuk mencegah penyebaran penyakit hewan menular strategis (PHMS),” ujar Tutik saat meninjau lokasi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas di lapangan, hingga saat ini belum ditemukan indikasi penyakit menular pada ternak yang diperjualbelikan. ”Kami tidak menemukan sapi yang menunjukkan gejala penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), maupun penyakit hewan menular lainnya,” tegasnya.

Selain memastikan aspek kesehatan, DKPP juga mencatat adanya peningkatan mobilitas ternak yang cukup tajam. Pada Minggu siang, tercatat lebih dari 300 ekor sapi telah melakukan aktivitas lalu lintas di Pasar Hewan Tertek.

Tingginya angka transaksi tersebut menjadi indikator bahwa kebutuhan masyarakat akan hewan kurban di tahun ini tetap terjaga meski ada penyesuaian harga di pasaran. Pihak DKPP mengimbau masyarakat agar tetap teliti dalam memilih hewan kurban dan memastikan ternak yang dibeli telah memenuhi persyaratan kesehatan.

(Editor : Afif / Aqilla)

Bagikan di Media Sosial
Tags: berita kediriheadlineidul adhainfo kediriKedirikota Kediri
ShareTweetShare
Next Post
Geger Temuan Bayi Perempuan di Teras Rumah Warga Jombang, Kondisi Masih Berari-ari

Geger Temuan Bayi Perempuan di Teras Rumah Warga Jombang, Kondisi Masih Berari-ari

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .