Kediri, jurnalmataraman.com – Upaya pencarian terhadap seorang pria yang dikabarkan hanyut di aliran Sungai Brantas terus dilakukan oleh tim gabungan. Hingga memasuki hari kedua, Rabu (6/5), keberadaan korban belum juga ditemukan akibat derasnya arus sungai terbesar di Jawa Timur tersebut.
Korban diketahui bernama Imam Sujono (36), warga Kota Kediri. Peristiwa nahas itu bermula pada Selasa (5/5) siang, saat korban tengah beraktivitas melakukan pembersihan di pinggiran sungai kawasan Mrican. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai persiapan menyambut tradisi pladu atau penggelontoran air bendungan. Diduga akibat kelelahan saat beraktivitas, korban terpeleset dan langsung terseret arus Sungai Brantas yang saat itu sedang mengalir cukup deras.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, menjelaskan bahwa dalam proses pencarian ini pihaknya menerjunkan tiga unit perahu karet untuk menyisir aliran sungai. Fokus pencarian diperluas dengan radius mencapai 3 kilometer dari titik awal kejadian di bawah Jembatan Jongbiru. “Memasuki hari kedua, tim gabungan terus melakukan penyisiran. Namun, kendala utama di lapangan adalah aliran sungai yang sangat deras, sehingga petugas harus ekstra hati-hati,” ujar Joko Arianto.
Dalam operasi kemanusiaan ini, BPBD Kota Kediri tidak bekerja sendiri. Mereka dibantu oleh personel dari BPBD Kabupaten Kediri serta tim Basarnas Trenggalek. Petugas membagi tim untuk melakukan pemantauan di beberapa titik sepanjang aliran sungai. Pihak BPBD juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di bantaran Sungai Brantas. Terutama saat kondisi debit air sedang meningkat guna menghindari terjadinya kecelakaan serupa.
( Editor : Afif / Juwita )



