Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Dilema Atlet Kriket Peraih Medali Porprov, Lolos Jalur Prestasi di UM, Kini Terancam Tak Kuliah Akibat Biaya dan Rawat Ibu Sakit Tumor

by M. Zainurofi
24 April 2026 | 15:00
Reading Time: 2 mins read
0
Dilema Atlet Kriket Peraih Medali Porprov, Lolos Jalur Prestasi di UM, Kini Terancam Tak Kuliah Akibat Biaya dan Rawat Ibu Sakit Tumor

KEDIRI, jurnalmataraman.com – Wangi semerbak bunga mawar menyambut setiap langkah saat memasuki sebuah rumah sederhana di Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Di antara deretan mawar yang tertata rapi di halaman, tampak Tsany Zahratussita bersama ibunya, Maftukhatul Khoiriyah, sibuk merawat tanaman-tanaman tersebut. Di balik senyum tulus mereka, tersimpan perjuangan hebat untuk merawat harapan di tengah keterbatasan.

Tsany bukan remaja biasa. Ia adalah atlet kriket berprestasi yang telah mengharumkan nama Kabupaten Kediri. Meski baru aktif di dunia kriket sejak awal 2025, prestasinya melesat cepat. Ia sukses menyabet medali perunggu di ajang Porprov 2025 dan medali perak dalam kejuaraan nasional di Bali.

Berkat prestasi gemilang tersebut, Tsany mendapatkan “Golden Ticket” untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Negeri Malang (UM) melalui jalur prestasi. Namun, kebahagiaan itu kini dibayangi kegalauan mendalam. Tsany ragu apakah ia bisa mengambil kesempatan emas tersebut karena terkendala biaya kuliah.

Setiap semester, Tsany harus menanggung biaya pendidikan sebesar Rp 4.750.000. Angka tersebut dirasa sangat berat bagi keluarganya. Apalagi, sejak sang ayah tiada, Tsany menjadi tumpuan keluarga sekaligus perawat utama bagi sang ibu yang kini tengah berjuang melawan penyakit tumor otak.

“Saya harus membagi fokus antara mengejar pendidikan, karier atlet, dan membantu ibu. Sehari-hari saya membantu jualan tanaman mawar di rumah untuk pemasukan karena ayah sudah tidak ada,” ungkap Tsany.

Setiap harinya, gadis tangguh ini membantu usaha budi daya mawar sang ibu. Usaha kecil-kecilan ini menjadi satu-satunya sumber penghidupan mereka. Di satu sisi, ia sangat ingin membanggakan almarhum ayahnya dengan kuliah di kampus ternama, namun di sisi lain, beban biaya dan kondisi kesehatan ibunya menjadi ganjalan besar.

Tsany berharap ada uluran tangan atau perhatian dari pemerintah daerah maupun pihak terkait untuk memberikan beasiswa tambahan. Dengan bantuan pendidikan, ia berharap bisa fokus menuntut ilmu tanpa harus mengubur mimpinya sebagai atlet dan akademisi. Tak hanya soal biaya kuliah, Tsany juga sangat berharap adanya bantuan pelayanan kesehatan yang memadai untuk pengobatan tumor otak ibunya. Baginya, prestasi di lapangan kriket tidak akan lengkap jika ia tidak bisa melihat sang ibu sembuh dan mendampinginya saat mengenakan toga kelulusan nanti.

Editor : Trias / Juwita

Bagikan di Media Sosial
Tags: berita kediriheadlineinfo kediriKediri
ShareTweetShare
Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI
  • INDEKS
  • TENTANG KAMI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .