KEDIRI, jurnalmataraman.com – Suasana berbeda terlihat di lingkungan SDN Banjaran Kota Kediri pada Selasa (21/4). Puluhan ibu wali murid mendadak bertransformasi bak model profesional. Menggenakan kebaya dan busana adat Nusantara, mereka melenggang cantik dalam lomba fashion show untuk memperingati Hari Kartini 2026.
Kemeriahan sudah terasa sejak awal acara. Sebelum para peserta beraksi, empat dewan juri bersama kepala sekolah dari SDN Banjaran 1, 2, 4, dan 5 memberikan kejutan dengan tampil terlebih dahulu di atas panggung. Kekompakan para pimpinan sekolah yang mengenakan busana adat ini pun langsung disambut riuh tepuk tangan peserta didik dan undangan yang hadir.
Tak mau kalah, sebanyak 60 wali murid yang menjadi peserta tampil dengan totalitas tinggi. Dengan balutan busana terbaik dan polesan riasan yang anggun, para ibu ini melenggak-lenggok tanpa canggung di depan dewan juri. Meski bukan model profesional, kepercayaan diri mereka terpancar jelas sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini.
Kepala SDN Banjaran 4 Kota Kediri, Ulfa Roikhana, mengungkapkan bahwa pihak sekolah sengaja melibatkan wali murid dalam peringatan tahun ini. Tujuannya bukan sekadar perlombaan, melainkan untuk mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan antara pihak sekolah dengan orang tua siswa. “Kami ingin menjalin komunikasi yang lebih baik. Dengan sinergi yang kuat antara sekolah dan wali murid, program-program pendidikan sekolah tentu akan lebih mudah diwujudkan,” ujar Ulfa di sela-sela kegiatan.
Adapun kriteria penilaian dalam lomba ini cukup ketat, meliputi keserasian busana, ekspresi wajah saat di atas panggung, hingga kekompakan dalam membawakan tema yang dipilih. Antusiasme peserta terlihat dari persiapan mereka yang cukup matang. Kiki Syeba, salah satu peserta, mengaku telah mempersiapkan busana khas Jawa yang ia kenakan sejak tiga hari sebelum acara dimulai.
“Saya memilih busana khas Jawa karena sangat identik dengan sosok Kartini dan sesuai dengan tema yang ditentukan sekolah. Persiapannya singkat, tapi alhamdulillah bisa tampil maksimal hari ini,” kata Kiki dengan bangga. Kegiatan kolaboratif antara empat sekolah dasar ini (SDN Banjaran 1, 2, 4, dan 5) membuktikan bahwa momentum Hari Kartini masih menjadi sarana efektif untuk memperkuat nilai-nilai budaya sekaligus memperkokoh komunikasi dalam ekosistem pendidikan di Kota Kediri.
Editor : Trias / Sea



