TULUNGAGUNG,jurnalmataraman.com – Teka-teki mengenai operasi senyap yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Tulungagung akhirnya terjawab. Lembaga antirasuah tersebut membenarkan telah menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, pada Jumat malam.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa hingga Jumat malam tim penyidik masih berada di lapangan untuk melakukan proses penyelidikan. Selain bupati, KPK juga mengamankan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Tulungagung. “Benar, ada kegiatan (OTT) di Tulungagung. Sampai Jumat malam tim masih berada di sana untuk melakukan proses penyelidikan, termasuk pemeriksaan sejumlah pejabat,” ujar Budi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp.
Berdasarkan keterangan awal, terdapat sedikitnya 16 orang yang turut diamankan dalam operasi tersebut. Kendati demikian, pihak KPK belum bersedia merinci identitas belasan orang lainnya yang ikut terjaring dalam operasi tangkap tangan ini.
Di sisi lain, kabar mengejutkan ini ditanggapi dengan aksi bungkam oleh jajaran pimpinan daerah lainnya. Wakil Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, saat ditemui di sela kegiatannya di GOR Lembupeteng pada Jumat malam, enggan memberikan komentar sedikit pun terkait kasus yang menimpa pasangannya tersebut. Baharudin hanya memberikan gestur mengangkat tangan dan terus berjalan menghindari cecaran pertanyaan awak media. “No comment,” cetusnya singkat tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai nasib pemerintahan di Tulungagung pasca-penangkapan sang bupati.
Pantauan di lapangan menunjukkan suasana di Mapolres Tulungagung tampak dijaga ketat. Sejumlah pejabat yang menjalani pemeriksaan tertutup di salah satu ruangan Mapolres belum terlihat ada yang keluar hingga tengah malam. Pemeriksaan intensif terus dilakukan sebelum nantinya para pihak yang diamankan akan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk status hukum lebih lanjut.
Editor : Trias/Dinda



