TULUNGAGUNG, jurnalmataraman.com – Di saat mayoritas umat muslim masih menjalankan ibadah puasa Ramadan, ratusan jemaah dan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoiriyah, Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, sudah merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah lebih awal pada Kamis (26/3) pagi. Pelaksanaan Salat Id yang dipusatkan di Masjid Nur Muhammad ini berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan. Menariknya, sebagaimana tradisi tahun-tahun sebelumnya, prosesi ibadah mulai dari kumandang takbir hingga pelaksanaan salat dilakukan tanpa menggunakan pengeras suara luar.
Kapolsek Sumbergempol, AKP Mohammad Anshori, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiagakan sejumlah personel untuk memastikan jalannya ibadah berlangsung aman dan lancar. Menurutnya, jemaah yang hadir tidak hanya berasal dari lingkungan pesantren, tetapi juga warga dari beberapa desa sekitar.
“Kami terjunkan anggota untuk mengamankan lokasi Masjid Nur Muhammad. Jemaah yang mengikuti Salat Id merupakan santri dan warga dari beberapa desa di sekitar wilayah Sumbergempol,” ujar AKP Mohammad Anshori.
Meski terdapat perbedaan dalam penentuan jatuhnya 1 Syawal dibandingkan ketetapan pemerintah maupun organisasi keagamaan lainnya, suasana di Desa Wates tetap kondusif. Toleransi beragama tampak kental di lingkungan sekitar pesantren. Masyarakat setempat yang belum merayakan Lebaran tetap menghargai aktivitas ibadah para jemaah Ponpes Al Khoiriyah. Hal ini menjadi potret nyata kerukunan antarwarga di Tulungagung dalam menyikapi perbedaan keyakinan terkait penanggalan hari besar keagamaan.
Setelah melaksanakan salat dan mendengarkan khutbah, para jemaah saling bermaaf-maafan di area masjid sebelum kembali ke rumah masing-masing untuk merayakan kemenangan bersama keluarga.
Editor : Trias M.A



