Tulungagung, jurnalmataraman.com – Momen lebaran membawa berkah, bagi para penjahit permak kaki lima di Tulungagung, Jumlah pesanan permak pakaian meningkat tajam , hingga lebih dari lima puluh persen, bahkan sebagian penjahit terpaksa membatasi pesanan yang masuk.
Mengenakan busana baru saat merayakan idul fitri menjadi kebiasaan yang lumrah di tengah masyarakat, namun tak semua pakaian yang baru dibeli langsung pas saat digunakan, sehingga banyak orang memilih mempermak agar lebih nyaman di badan.
Hal itu membuat para penjahit kaki lima di sepanjang jalan Adi Sucipto, Tulungagung, kebanjiran pelanggan. Sejak dua pekan menjelang lebaran 2026 ini, jumlah pelanggan terus bertambah.
Anasrul, salah satu penjahit mengatakan. ” Peningkatan pesanan permak pakaian mencapai dua kali lipat, dibandingkan sebelum bulan ramadan. Jika pada hari biasa penjahit hanya menangani sekitar sepuluh potong pakaian, kini jumlahnya bisa mencapai dua puluh lima potong per hari “. Perbaikan yang dilakukan , mulai dari memotong celana, mengecilkan atau membesarkan pakaian, hingga memasang resleting. Salah satu pelanggan, Silvi Ayu mengatakan ” Biaya permak yang ditawarkan pun terbilang terjangkau, berkisar antara sepuluh ribu rupiah hingga tiga puluh lima ribu rupiah tergantung tingkat kesulitan “.
Meski permintaan terus meningkat, para penjahit permak tetap mempertahankan tarif yang sama. Pelanggan pun umumnya langsung mendatangi penjahit langganan masing-masing, sehingga antar penjahit tidak terjadi persaingan dalam memperebutkan pesanan.
(Editor : Bondan/Saldi)



