Kediri, jurnalmataraman.com – Sebuah dapur bergizi di Desa Gadungan Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri kini menjadi perhatian publik. Bukan hanya karena perannya dalam menyediakan ribuan porsi makanan setiap hari bagi pelajar penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetapi juga karena sosok inspiratif di balik pengelolaannya, Septa Widyastutik seorang perempuan difabel yang membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya dan memberi manfaat bagi sesama.
Dapur tersebut merupakan bagian dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi mitra resmi Pemerintah Kabupaten Kediri dalam menjalankan program MBG. Setelah melalui proses pengajuan dan pembangunan selama tiga bulan, SPPG Desa Gadungan akhirnya diresmikan pada Selasa siang dan dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada Kamis mendatang.
SPPG Desa Gadungan akan melayani sekitar 2.255 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan mulai PAUD, TK, SD hingga SMP di wilayah sekitarnya. Setiap harinya, dapur ini akan memproduksi ribuan porsi makanan bergizi yang dikirim langsung ke sekolah-sekolah penerima manfaat program tersebut.

“Bagi saya, ikut terlibat dalam program ini adalah bentuk pengabdian sekaligus kesempatan untuk menunjukkan bahwa siapa pun bisa berkontribusi bagi masyarakat, tanpa melihat keterbatasan,” ujar Septa Widyastutik.
Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri, Ariyanto, yang turut hadir dalam peresmian dapur bergizi tersebut menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi Septa dan seluruh tim SPPG. Ia menilai keterlibatan penyandang disabilitas dalam program sosial seperti MBG menjadi contoh nyata inklusivitas dan pemberdayaan yang patut diapresiasi.
Menurut Ariyanto, Dinas Sosial Kabupaten Kediri memang memiliki berbagai program pemberdayaan dan pengembangan usaha bagi penyandang disabilitas. Septa sendiri merupakan salah satu mitra binaan Dinsos yang dinilai berhasil menunjukkan kemandirian serta semangat tinggi dalam berwirausaha sosial.
Melalui semangat dan keteladanan seperti yang ditunjukkan Septa Widyastutik, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap nilai inklusivitas dan gotong royong dapat terus tumbuh di tengah masyarakat — menciptakan lingkungan yang saling mendukung untuk mewujudkan kesejahteraan bersama.
(Editor : Lusia & Wahyu Adi)



